oleh

Bupati Bakhtiar Serahkan LKPJ Tahun 2019 ke DPRD

Rakyatsumut.com, Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani didampingi Wakil Bupati Darwin Sitompul menyerahkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun 2019 pada Rapat Paripurna di Ruang Rapat DPRD Tapteng, Kamis (23/4/2020).

“LKPJ ini adalah progres pelaksanaan pembangunan tahun 2019 dibawah kepemimpinan kami bersama Wakil Bupati yang mengacu kepada RPJMD tahun 2017-2022, RKPD, APBD, dan PAPBD Tahun Anggaran 2019,” kata bupati dalam sambutannya.

Secara garis besar, bupati menyebutkan capaian kinerja dibawah kepemimpinannya Wakil Bupati Darwin Sitompul. Yakni di bidang pendidikan tahun 2019 terkait pembanguna dan rehabilitasi 178 ruang kelas SD dan SMP.

“Sehingga sejak tahun 2017 hingga tahun 2019 jumlahnya mencapai 304 ruang kelas dan kita targetkan menjadi 380 ruang kelas tahun 2020,” sebut Bakhtiar.

Selain itu juga dilaksanakan pembangunan Perpustakaan, Laboratorium, perbaikan sanitasi Sekolah, pengadaan Mobiler, Buku serta media pembelajaran lainnya.

“Kedepan, kita upayakan seluruh sarana dan prasaranan pendidikan dalam kondisi yang Respresentatif guna mendukung progres belajar dan mengajar berjalan dengan semakin baik dan lancar,” katanya.

Sementara itu, sambung Bupati, tahun 2019 APK SD sebesar 99,58%, APM sebesar 96,51%, dan angka kelulusan 100%, selanjutnya APK SMP/MTS sebesar 95,21%, APM sebesar 90,20% dan angka kelulusan sebesar 100 persen.

BACA JUGA:

Pemerintah Kabupaten Tapteng, lanjut dia, juga telah memberikan beasiswa kepada putra putri Tapanuli Tengah untuk tingkat SMA dan Mahasiswa yang berprestasi dari keluarga yang kurang mampu.

“Beasiswa ini diberikan kepada siswa dan mahasiswa yang selain berprestasi, juga tidak merokok. Khusus beasiswa untuk Mahasiswa diberikan hingga lulus kuliah kecuali Fakultas Kedokteran,” paparnya.

Sedangkan pada bidang kesehatan, Bupati menyebutkan jumlah masyarakat yang menerima pelayanan kesehatan tahun 2019 antara lain Jampersal bagi 1.311 ibu yang melahirkan, JKN sebanyak 25.000 orang, JKN pemerima bantuan Iuran (PBI) yang dibiayai dari APBD Kabupaten Tapanuli Tengah sebanyak 160.001 orang dan dari APBD Provinsi Sumatera Utara sebanyak 6.905 Orang.

Dia mengatakan pihaknya terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan Profesionalisme tenaga medis di RSUD Pandan dan Puskesmas, serta membangun Gedung Rawat inap dan gedung ICU RSUD Pandan, memberi pelayanan makan kepada 1 (Satu) orang pendamping pasien rawat inap 3 ( tiga ) kali sehari.

“Dan terakhir RSUD Pandan telah Diakreditasi oleh komite Akreditasi (KARS) dengan Versi Standard Nasional Akreditasi ( SNARS) edisi 1 Tahun 2019, dimana RSUD Pandan menjadi satu-satunya di Sumatera Utara dengan tipe C telah diakreditasi dan meraih tingkat Utama atau Rating Level Bintang IV,” ungkapnya.

BACA JUGA:

Selanjutnya, 23 dari 25 Puskesmas yang ada di Kabupaten Tapanuli Tengah disebutkan telah didiakreditasi oleh kementerian Kesehatan dan 2 Puskesmas lagi akan di Survey Akreditasi tahun 2020.

“Hal ini menunjukkan komitmen dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Tapanuli Tengah,” imbuhnya.

Dibidang Pekerjaan Umum hingga 2019, kata Bupati, telah dibangun sekitar 150 kilometer jalan, meliputi hotmix sepanjang 119 kilometer dan Lapen 31 kilometer. Untuk tahun 2020 ini sekitar 133 kilometer jalan akan dibangun sehingga total 252 jalan yang menghubungkan pemukiman warga dan sentra produksi.

“Selanjutnya juga telah dibangun 23 unit jembatan, salah satunya jembatan Hamzah Al-Fansuri dibarus dengan panjang 100 meter kali 10 meter sebagai Ikon Tapanuli Tengah yang telah menghubungkan beberapa desa yang nyaris terisolasi selama ini,” ucap Bupati.

Sejalan dengan itu, sambung Bakhtiar, kebijakan Pemerintah Pusat yang bersinergi dengan Daerah melalui Alokasi Dana Desa dan khususnya kelurahan, menurutnya telah dengan segenap upaya untuk menarik sumber pendanaan Pusat dan Provinsi dalam mempercepat mengatasi permasalahan jalan selama ini.

“Tentunya kita terus berupaya untuk menangani ruas jalan hingga seluruhnya dalam kondisi mantap,” tukasnya.

Berlanjut penjelasan Bupati, di bidang perumahan dan kawasan pemukiman telah membangun 40 unit rumah tidak layak huni (RTLH) tahun 2019, dan pada tahun 2020 ini ditingkatkan menjadi 88 unit RTLH. Selain itu peningkatan penyediaan air minum dan sanitasi untuk mendukung peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.

Kemudian pada bidang sosial kemasyarakatan, Bupati menuturkan sejak awal kepemimpinannya dan Wakil Bupati, telah berkomitmen memberantas Narkoba, Perjudian, dan tempat tempat maksiat. Dia menuturkan telah menutup 937 tempat maksiat yang telah yang telah berpululuh tahun beroperasi di Tapanuli Tengah.

Penutupan ini kata Buati menyelamatkan masyarakat dari bahaya penyakit HIV/AIDS dan Narkoba, serta menyelamatkan uang yang dihabiskan secara sia sia ditempat maksiat.

“Termasuk merazia mesin judi di Pinangosori baru-baru ini yang sudah meresahkan masyarakat. Saya minta agar kita bersama sama pro aktif memberikan Informasi kepada pihak berwajib terkait adanya orang yang menjadi bandar, pengedar dan pemakai Narkoba di sekitar,” kata Bupati.

“Tujuannya adalah untuk menyelamatkan masayarakat kita dari bahaya narkoba, perjudian dan maksiat yang menghabiskan uang masyarakat secara sia-sia,” timpalnya.

BACA JUGA:

Sementara di bidang ekonomi, Bakhtiar menyebut pihaknya terus mendorong peningkatan dan pemberdayaan usaha koperasi dan UMKM agar semakin berdaya saing dan mandiri. Juga telah dibangun pasar tradisional sebanyak 11 unit, memberikan bibit pertanian dan bibit ikan, serta menyalurkan 9 Traktor, 74 Hand Traktor.

“Dan bahkan di akhir tahun ini kita menyalurkan 4 unit traktor roda empat bantuan Kementerian Pertanian kepada kelompok tani di Tapanuli Tengah,” katanya.

Atas berbagai upaya tersebut, Bupati Bakhtiar menyebut pihaknya telah berhasil secara bertahap menurunkan angka kemiskinan dari tahun 2017 sebesar 14,66 persen menjadi 13,17 persen tahun 2018, dan tahun 2019 menurun menjadi 12,53 persen.

“Kita bersyukur kepada Allah subhanahu wa taala, bahwa ini merupakan tingkat penurunan terbesar kurun waktu 10 tahun terakhir. Dan kita terus bekerja bersama-sama untuk melaksanakan program dan kegiatan dalam rangka penanggulangan kemiskinan terutama sebagai dampak dari wabah penyakit Covid-19 di Kabupaten Tapanuli Tengah dan pada saat ini kita sedang merumuskan alokasi anggaran untuk menindaklanjuti instruksi Presiden terkait refokusing kegiatan dan realokasi anggaran APBD 2020 dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Tapanuli Tengah,” urai Bupati.

Editor: Rommi Pasaribu

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed