oleh

Pengamat: 11 Warga Padangsidimpuan Harus Jalani Tes Swab

Rakyatsumut.com, Sebanyak 11 orang warga kota Padangsidimpuan, Provinsi Sumatera Utara diminta agar kembali menjalani tes swab menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR).

Hal tersebut dikatakan pengamat kesehatan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sumatera Utara (USU) Zulfendri Sikumbang, Senin (20/4/2020) dalam pesan elektronik kepada wartawan, terkait 11 warga kota Padangsidimpuan yang dinyatakan positif covid-19 hasil rapid test usai kontak dengan PDP 01 yang telah meninggal dunia.

“Saat ini Rumah Sakit USU telah menyediakan alat tes (swab menggunakan PCR-red) terkait percepatan penanganan Covid-19 di Sumatera Utara, dan tidak hanya Kota Padangsidimpuan saja yang dapat menggunakannya, Pemerintah Kabupaten dan Kota se-Sumatera Utara dapat segera berkoordinasi sesuai Protap dan protokol kesehatan, ke pihak Rumah Sakit USU,” kata Zulfendri.

Sebelumnya Zulfendri menuturkan, sebanyak 11 orang warga Kota Padangsidimpuan usai di rapid test tersebut belum jelas masuk dalam kategori apa. Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam Pemantauan (ODP) atau Pasien Dalam Pengawasan (PDP) atau pelaku perjalanan.

“Tim medis yang tergabung di Tim Gugus Tugas juga harus menyampaikan kepada masyarakat sehingga tidak ada informasi yang sepotong-sepotong,” ujar Zulfendri.

BACA JUGA:

Menurut dia, pentingnya ke 11 warga tersebut menjalani tes swab, agar dapat diputuskan penanganan lebih lanjut, misalnya dilakukannya isolasi di tempat terpadu dan terpantau tim medis.

Jika dilakukan isolasi mandiri di rumah, Zulfendri mempertanyakan penanganan terhadap warga tersebut, termasuk monitoring kesehatan terhadap warga tersebut.

“Selama menjalani isolasi apakah gizinya dan makanannya serta obat-obatanya terpenuhi itu juga harus dijelaskan kepada masyarakat luas, sehingga pihak keluarga yakin nantinya dalam penanganan Covid-19 di Kota Padangsidimpuan sesuai prosedur,” beber Zulfendri.

Dia pun berharap seluruh pemerintah kabupaten dan kota memanfaatkan alat PC yang kini sudah dimiliki Sumatera Utara sebanyak 2 unit. Agar informasi dapat terkendali di tingkat masyarakat.

“Semoga Pemerintah Kabupaten dan Kota se-Sumatera Utara melakukan hal yang sama dalam melakukan test swab selain menggunakan rapid test, dalam percepatan penanganan Covid-19 di masing-masing daerah,” tukasnya.

Editor: Damai Mendrofa

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed