oleh

Hati-hati, Memproduksi dan Menyebarluaskan Hoax Bisa Dihukum 5-6 Tahun Penjara

Rakyatsumut.com, Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Johnny G. Plate laporkan perkembangan terkini kasus hoax usai sosialisasikan penggunaan Aplikasi Peduli Lindungi yang hingga hari ini terdapat sebanyak 1.915.874 pengguna.

Perkembangan terkini kasus hoax tersebut disampaikannya melalui konfrensi pers, di Jakarta, Sabtu (18/4/2020).

Hingga kini, kata Johnny, ada 554 isu hoax yang langsung berhubungan dengan Covid-19 yang tersebar di 1.209 platform baik Facebook, Twitter, Instagram, maupun Youtobe.

“Sebanyak 893 kasus yang telah ditindaklanjuti dan diblokir. Perinciannya 681 terdapat di Facebook, 4 di Instagram, 204 di Twitter, dan 4 di Youtobe. Sedangkan yang belum di take down atau ditindaklanjuti adalah 316 kasus hoax. Terdiri dari Facebook sebanyak 162 kasus, 6 kasus di Instagram, 146 kasus di Twitter, dan 2 kasus di Youtobe,” beber Johnny.

Menkominfo mengimbau setiap platform digital untuk lebih aktif melakukan take down yang mengacu pada Undang-undang ITE dan Undang-undang terkait lainnya yang menyelenggarakan kegiatan-kegiatan digital.

BACA JUGA: Aplikasi Peduli Lindungi Tak Aman, Ini Penjelasan Menkominfo

“Kami meminta seluruh platform, kami tentunya akan menggunakan seluruh kewenangan yang kami miliki apabila hoax ini masih dibiarkan berada di platform digitalnya, sekali lagi kami meminta untuk segera melakukan take down atau pemblokiran,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Menkominfo memberikan apresiasi kepada POLRI yang telah menangangi produksi dan penyebaran hoax.

“Kami memberikan apresiasi kepada kepolisian RI yang hingga hari ini telah menangani sebanyak 89 tersangka yang terdiri dari 14 sudah ditahan, dan 75 sedang diproses,” ujarnya.

Terakhir, Johnny memberikan penegasan terkait tindakan pelanggaran hukum yang memproduksi berita bohong (hoax) serta menyebarluaskannya.

“Seluruh tindakan memproduksi dan menyebarluaskan hoax melalui smatphone adalah tindakan melanggar hukum dan kami pastikan itu akan berpotensi dikenakan pasal-pasal yang terkait dengan tindak pidana yang hukumannya bisa sampai 5 hingga 6 tahun penjara dan denda hingga 1 miliar rupiah,” pungkasnya.

Laporan: Paska Marbun

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed