oleh

Bupati Bakhtiar: Kalau Ada ‘Balimo-limo’, Saya Minta Dibubarkan

Jangan sebarkan isu hoaks dan provokasi

Rakyatsumut.com, Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani menegaskan tidak memperbolehkan masyarakat menjalankan tradisi balimau-limau sebagaimana tahun sebelumnya menjelang bulan puasa.

Hal Itu ditegaskan Bupati menjawab pertanyaan awak media saat konfrensi pers di kantor Pemkab Tapteng, Kamis (16/4/2020).

“Saya bupati Tapteng, saya akan minta dibubarkan kalau ada tempat pemandian (ramai orang) di momen balimo-limo, tolong ya, tahun ini kita bermasalah, tolong jaga diri,” kata Bupati.

Sebelumnya Bakhtiar juga mengimbau agar masyarakat menghindari beragam informasi hoaks yang mungkin saja disebar orang tak bertanggungjawab.

“Jangan sebarkan isu hoaks dan provokasi, kami minta bertobat, apalagi dari akun palsu, dan masyarkat jangan cepat percaya. Kami ingatkan dan minta kepolisian, jika ada penyebar hoaks kami minta di cek dan ditangkap,” tegasnya.

“Kalau cinta Tapteng dan negara ini. Hindari perbedaan,” timpalnya.

Kesempatan yang sama, Bupati juga mempersilahkan jika ada putra daerah asal Tapanuli Tengah yang ingin membantu daerah tersebut. Bantuan dapat diserahkan melalui Pemkab atau mengirimkannya.

“Berikan bantuan tanpa harus datang, langsung ke masyarakat juga boleh,” ucapnya.

Sementara saat ini, sambung Bakhtiar, sejumlah perusahaan sudah berkontribusi dengan memberikan bantuan sebanyak 3 ribu karung beras. Bantuan itu berasal dari PT Nauli Sawit, Roganda dan PT WIS.

“Itu barusan sampai, dan akan datang lagi bantuan lain,” tukasnya.

Laporan: Damai Mendrofa

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed