oleh

IMM Sumut Laporkan Oknum Anggota DPRD Kota Padangsidempuan ke Polisi

Rakyatsumut.com, Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumatera Utara, resmi melaporkan oknum anggota DPRD Kota Padangsidimpuan atas dugaan penggunaan ijazah palsu ke Polda Sumatera Utara.

Oknum anggota dewan berinisial MTS yang diketahui dari Partai Hanura itu, dilaporkan oleh Ketua IMM Sumut, Zulham Hidayah Pardede bersama Sekretaris IMM Sumut Muhammad Juang Rambe.

“Setelah kita pelajari dengan berkoordinasi dengan beberapa pihak yang kita anggap kompeten. Kita putuskan untuk secara resmi melaporkan dugaan penggunaan ijazah palsu itu ke Polda Sumut” kata Zulham Hidayah Pardede, Rabu (15/4/2020).

Dijelaskan Zulham, ada beberapa hal yang membuat kecurigaan terhadap ijazah yang digunakan oleh MTS. Dan hal tersebut telah dikonfirmasi ke pihak sekolah tempat ijazah yang bersangkutan dikeluarkan yakni SMA Widyasana Utama Medan, pada Senin 13 April 2020.

“Beliau sebagai Kepala Sekolah juga mengungkapkan beberapa kejanggalan pada foto copi ijazah SMA atas nama MTS tersebut. Penjelasan beliau sudah kita dapatkan dan telah kita serahkan ke Polda Sumut” jelas Zulham.

Lebih lanjut kata Zulham, kejanggalan terkait ijazah MTS terdapat pada posisi sekolah dalam ijazah. Menurut keterangan dari kepala sekolah,  seingat dan sepengetahuannya SMA Widyasana Utama Medan sejak berdiri sampai sekarang tidak pernah masuk ke dalam Subrayon SMAN 8 Medan.

Melainkan masuk dalam subrayon SMA Negeri 9 dan terakhir diubah ke subrayon SMA Negeri 10 Medan dalam menjalankan kegiatan pendidikan ataupun dalam Ujian Nasional.

“Dari penuturan Kepala Sekolah SMA Widyasana Utama Medan, kepala sekolah yang menandatangani Daftar Nilai Ujian Sekolah yang digunakan MTS yang terbit pada tahun 1973, tidak dikenali dan tidak pernah tercatat sebagai Kepala Sekolah SMA Widyasana Utama Medan,” ungkapnya.

Selain keterangan dari pihak sekolah yang menerbitkan ijazah oknum anggota dewan itu, kata Zulham, berdasarkan surat dari Dinas Pendidikan Sumatera Utara menerangkan bahwa data ijazah atas nama Marataman Siregar tersebut tidak dapat ditemukan.

Untuk itu kata Zulham, berdasarkan data yang telah diperoleh, pihaknya merasa yakin dan cukup beralasan hukum untuk menyatakan dugaan bahwa MTS membuat dan atau mempergunakan ijazah palsu untuk keperluan pendaftaran studi Sarjana Hukum di salah satu perguruan tinggi di Tapanuli Selatan.

Tidak hanya itu, Zulham meyakini bahwa ijazah tersebut kemudian juga dipergunakan oleh MTS untuk keperluan kelengkapan persyaratan pencalonannya sebagai anggota DPRD Kota Padangsidimpuan tahun 2009, 2014 dan 2019.

“Karena itu kami juga meminta kepada Kapolda Sumut agar menuntaskan persoalan ini secepatnya. Demi penegakan hukum dan keadilan di Sumatera Utara” pungkasnya.

Laporan: Ucis

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed