oleh

2 Pelaku Pembunuhan Mahasiswi di Simpang Selayang Ditembak

Rakyatsumut.com, Pembunuh Mahasiswi Juliana Liem di Simpang Selayang akhirnya ditangkap pihak Polrestabes Medan. Satu diantaranya tewas ditembak petugas saat mencoba melawan dengan sebilah pisau.

Dua pelaku pembunuhan diketahui setelah Polrestabes Medan membentuk tim dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi serta rekaman cctv. Diketahui, pelaku pembunuhan berinisial TK (29) seorang sopir angkot, dan rekannya TS.

Dikutip dari tagar.com, Kapolrestabes Medan AKBP Jhonny Edizzon Isir menjelaskaan, bahwa untuk menangkap pelaku, kepolisian membentuk tim gabungan dan menyelidiki perjalanan pulang korban menuju tempat indekosnya, di kawasan Simpang Selayang, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan.

“Kita telusuri perjalanan pulang korban, posisi penelusuran mulai dari kantor korban, karena sembari kuliah, korban juga bekerja. Dari situ kita melihat, korban naik angkot Rahayu 103 jurusan Pancur Batu-Universitas Negeri Medan sekitar pukul 19.30 WIB. Korban terlihat naik dari Jalan HM Yamin, Medan,” katanya, Selasa (14/4/2020).

Tim kemudian melakukan penyelidikan terhadap keberadaan angkot. Polisi berhasil mengungkap TK sebagai sopirnya. Dan saat hendak ditangkap, TK berusaha melawan hingga kakinya ditembak.

“Setelah memeriksa sejumlah saksi, angkot dan sopirnya berhasil ditangkap,” jelasnya.

“Setelah memeriksa saksi dan alat bukti, barulah TK mengakui perbuatannya. Dia melakukan aksinya dengan temannya berinisial TS. Setelah melakukan pembunuhan, mereka mengambil barang milik korban, di antaranya satu tas berisi dua unit handphone,” ungkap Jhonny.

Kasat Reserse Kriminal Polrestabes Medan AKP Roni Nicolas Sidabutar, menambahkan saat melakukan pengembangan terpaksa melakukan tindakan tegas karena melawan dan berusaha kabur.

Diketahui, TK adalah seorang sopir angkutan kota (angkot) jurusan Medan-Pancur Batu. Angkot jurusan itu ditumpangi korban sehari-hari untuk pulang ke kediamannya.

“Saya sopir angkot, Bang. Saya yang punya angkot itu. Saya menyesal dan minta maaf,” ujar pria lajang itu.

Selain TK, polisi juga berhasil memburu TS, pelaku yang menurut penjelasan TK adalah dalang pembunuhan. TS ditangkap di seputaran wilayah Simalingkar, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang.

“Rupanya pelaku tahu kedatangan kita. Saat dilakukan penangkapan, pelaku mengeluarkan sebilah pisau dan mencoba melukai petugas. Makanya kita bertindak, setelah itu kita membawanya ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan. Namun nyawanya tidak terselamatkan dan meninggal dunia,” kata Roni.

Dari pelaku polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu angkot Rahayu 103 BK 1324 WX, satu kotak handphone Iphone warna putih, satu handphone Samsung warna hitam, sebilah pisau, rekaman CCTV dan lainnya.

“Pelaku dalam kasus pembunuhan ini hanya dua orang. Yang membeli handphone milik korban kita tetapkan sebagai saksi. Kedua pelaku ini kita persangkakan melanggar Pasal 365 Ayat 4 Subs 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup,” terang Roni.

Laporan: Rommy

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed