oleh

Penjelasan Gubernur Sumut Soal Bantuan PKH

Rakyatsumut.com, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi kembali memimpin rapat melalui videoconference dengan seluruh Bupati dan Wali Kota se-Sumut terkait perkembangan penanganan Covid-19 di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman Nomor 41 Medan, Selasa (14/4/2020).

Kesempatan itu Gubernur menjelaskan tentang bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dari Pemerintah Pusat. Menurut Edy, PKH akan dipercepat penyalurannya. Ini penting untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19.

“Bantuan PKH yang ditanggung oleh APBN adalah berjumlah 408.321 KK untuk seluruh Sumatera Utara,” sebut Gubernur Edy dalam keterangan tertulis diterima Rakyatsumut.com, Selasa (14/4/2020) sore.

Dia mengatakan, dari segi jumlah bantuan mengalami penambahan senilai Rp50 ribu per kepala keluarga.

BACA JUGA: Hadapi Pandemi Covid-19, Sektor Pangan Harus Aman

“Dari sebelumnya 150.000 Rupiah per kepala keluarga, ditambah lagi oleh pemerintah pusat 50.000 Rupiah per kepala keluarga sehingga menjadi 200.000 Rupiah per kepala keluarga, untuk itu  saya minta di data secara riil oleh bupati dan wali kota se-Sumut,” kata Gubernur.

Sementara itu Gubernur Edy juga menyebut pihaknya segera menambah bantuan Alat Perlindungan Diri (APD) ke seluruh daerah se-Sumut. Saat ini kata gubernur, pihaknya menyiapkan masing masing 5 APD di tiap Puskesmas yang ada di seluruh daerah.

“Untuk tiap kabupaten dan kota akan saya berikan 50 APD, dan rumah sakit rujukan saya akan tambah 100 APD termasuk masker bedah,” kata Gubernur yang didampingi Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah dan Sekretaris Daerah Provinsi Sumut R Sabrina.

BACA JUGA: Petani di Sekitar Bandara FL Tobing Sibolga Ditemukan Meninggal

Disebutkan juga, Sumatera Utara telah memesan 56.000 rapid test dan 100.000 masker N95. Untuk selanjutnya didistribusikan ke seluruh kabupaten dan kota.

“Saya akan berikan hingga ke Puskesmas yang ada di kabupaten dan kota se-Sumut,” tukas Edy.

Gubernur menambahkan, dalam upaya memutus mata rantai penyebaran  Covid-19, Edy mengimbau agar kepala daerah benar-benar mengawasi warga yang keluar dan masuk ke masing masing daerahnya.

“Antisipasi kedatangan dari luar, baik itu dari negara tetangga maupun dari antar kabupaten/kota, monitor semua rakyat kita keluar masuknya ke daerah kita. Apalagi menjelang mudik ini, saya mohon kerja samanya,” imbuhnya.

Terakhir, Gubernur juga berpesan agar Bupati/Walikota tidak hanya menunggu instruksi saja, bupati/walikota harus mampu memaksimalkan apa yang bisa dilakukan.

“Daerah jangan menunggu, jangan menunggu bantuan pusat, maksimalkan apa yang bisa dilakukan, apa kesulitan bapak bupati/walikota bilang ke saya, apa yang bisa saya kerjakan akan saya bantu, kita saat ini harus berbagi pikiran dan doa, hilangkan egosektoral,” tutup Gubernur.

Laporan: Damai Mendrofa

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed