oleh

Lima Dokter Spesialis Mundur, Ombudsman Kritik Pemko Padangsidimpuan

Rakyatsumut.com, Pasca mundurnya sebanyak 5 dokter spesialis di Kota Padangsidimpuan, Provinsi Sumatera Utara, kritik pun mengalir kepada pemda setempat.

Misalnya dari Ombudsman RI Perwakilan Sumut, yang meminta Pemko Padangsidimpuan menunjukkan keseriusannya menghadapi wabah virus covid-19 yang terus mengancam nyawa warga masyarakat.

Menurut Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar, keseriusan Pemko sangat membantu menenangkan kepanikan masyarakat pasca meninggalnya satu orang warga diduga akibat Covid19, beberapa waktu lalu.

“Tapi, bila Pemko tidak menunjukkan keseriusan, maka akan semakin menambah kepanikan masyarakat di tengah tingginya penyebaran wabah virus corona ini,” kata Abyadi Siregar dalam keterangan tertulis diterima Rakyatsumut.com, Selasa (14/4/2020).

Melihat langkah yang dilakukan lima dokter spesialis yang mengundurkan diri karena uang insentif mereka selama tiga bulan tak dibayar, Abyadi menyebut hal itu sebagai indikasi ketidakseriusan Pemko Padangsidimpuan menghadapi Covid19 ini.

BACA JUGA: Tiba di Belawan, Penumpang KM Kelud Akan Dikarantina

Apalagi sebelumnya, terungkap bahwa sejumlah Tenaga Harian Lepas (THL) RS Padangsidimpuan melakukan aksi akibat ketidakjelasan status mereka serta belum dibayarnya hak hak mereka.

Selain ruang isolasi pasien covid-19 yang tidak memadai, juga terungkap ketiadaan Alat Pelindung Diri (APD). Belakangan, Gubsu memangbtelah menyerahkan bantuan APD ke rumah sakit tersebut.

“Semua ini menguatkan dugaan kita bahwa Pemko Padangsidimpuan tidak serius menghadapi wabah mematikan yang mengancam warga masyarakatnya ini. Tidak terlihat oleh publik adanya upaya Pemko memperbaiki pengelolaan rumah sakit daerah itu,” kata Abyadi.

Misalnya, Pemko segera mengurus persoalan yang berkaitan dengan SDM rumah sakit. Apa-apa saja hak dan kebutuhannya?

“Bagaimana para medis mau bekerja dengan risiko ancaman nyawa, sementara hak hak mereka tidak diperhatikan? Karena itu, kita meminta Pemko segera selesaikan dulu masalah yang disampaikan paramedis tersebut, baik yang disampaikan para dokter maupun para tenaga THL-nya,” kata Abyadi.

BACA JUGA: Pastikan Pelayanan Berjalan, Syarfi Sidak Sejumlah Kantor Pelayanan Publik

Kemudian, lanjut Abyadi, agar melengkapi APD dan sarana dan prasarana rumah sakit. Apalagi, RS Padangsidimpuan salah satu rumah sakit rujukan.

“Jadi, ini sangat penting. Pemko harus segera bertindak cepat. Jangan biarkan masyarakat terus dihantui kepanikan akibat Pemko tidak menunjukkan keseriusannya,” tukasnya.

Sebetulnya, pemerintah sudah memberi kewenangan kepada daerah melakukan refocussing atau realokasi anggaran di daerah masing-masing. Jadi artinya, pemerintah daerah bisa melakukan perubahan anggaran dengan memfokuskan penanganan Covid19. Jadi, kegiatan kegiatan atau proyek proyek yang tidak mendesak, bisa ditunda dan anggarannya bisa difokuskan dalam penanganan Covid19.

“Nah, Pemko Padangsidimpuan harus segera bertindak. Benahi itu rumah rumah sakit, sehingga bisa memberi layanan dengan baik,” tegas Abyadi.

Diketahui, lima dokter mengundurkan diri akibat berbulan bulan uang insentif mereka tidak disalurkan. Kelima dokter itu masing-masing Dr. Musbar,Sp. OG, Dr. Romi,Sp.OG (Konsultan Onkologi), Dr. Novi Rahmi Asroel, Sp.KK, Dr. Fauzi Fahmi,Sp.B, Dr. Yessi,Sp.PA.

Alasan pengunduran para dokter itu, karena belum tereleasiasinya kesepakatan, yakni uang insentif yang akan mereka terima setiap bulan sebanyak Rp20 juta.

Laporan: Damai Mendrofa

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed