oleh

Hadapi Covid-19, Wakil Wali Kota Gusit: Kami Sudah Sepakat Ibadah di Rumah Masing-masing

Rakyatsumut.com, Wakil Wali Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli menyebut beberapa langkah yang sudah dilakukan pihaknya dalam menangani dampak covid-19 di daerahnya.

Dia menyebutkan, yakni dengan membentuk gugus tugas, melaksanakan kegiatan belajar di rumah untuk seluruh siswa TK, SD dan SMP serta menyepakati pelaksanaan ibadah di lakukan di rumah masing-masing.

“Dari tanggal 5 April 2020 juga, kami sudah sepakat bersama seluruh tokoh agama Kristiani untuk melaksanakan ibadah di rumah masing-masing,” kata Wakil Wali Kota saat menerima kunjungan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi di pelataran Kantor Wali Kota Gunung Sitoli, Senin (13/4/2020).

BACA JUGA: Kabar Baik, Satu Pasien Positif Covid-19 Kembali Sembuh

Sowa’a mengungkapkan, terkait anggaran penanganan Covid-19, pihaknya telah menyiapkan anggaran sebesar Rp6 miliar. Dana itu disediakan dari dana cadangan sebesar Rp17 miliar.

“Jika diperlukan, ada permasalahan yang dihadapi lebih lanjut akan ditambahi,” katanya.

Sementara itu Sowa’a mengeluhkan sejumlah kendala yang dihadapi pihaknya saat ini. Yakni keterbatasan peralatan kesehatan berupa rapid test dan masker serta ketersediaan fasilitas ruangan dan peralatan di Rumah Sakit Umum Gunungsitoli yang belum memadai.

Sebelumnya Gubernur Edy menginstruksikan persiapan secara fisik dan realokasi anggaran untuk penanganan dan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Instruksi itu dikatakan Edy di hadapan Bupati/Walikota se-Kepulauan Nias.

“Secara fisik sudah saya instruksikan tadi dalam penangan pasien di RSUD Gunungsitoli. Saya minta semua itu dapat diselesaikan hari ini juga,” kata Gubernur.

Mengenai realokasi anggaran, Edy meminta para kepala daerah di kepulauan itu untuk segara melaksanakannya, dengan memprioritaskan kebutuhan penanganan Covid-19 di daerahnya masing-masing, serta menyiapakan anggaran untuk memberikan bantuan pada masyarakat yang terkena dampak Covid-19.

BACA JUGA: KNPI Paluta Bagikan Masker Kain Gratis

“Untuk dana bantuan ini, saya minta semua sudah harus di data. Kalau kurang tambahkan lagi, hentikan dulu pengerjaan yang lain. Saya di Pemprov sudah menyiapkan anggaran Rp500 miliar lebih, kalau kurang kita tambah,” katanya.

Terkhusus kepada TNI dan Polri, Edy meminta kesiapan pengamanan. Ia menyebut tidak boleh terjadi penolakan untuk pemakaman pasien Covid-19 di Nias.

“Di berbagai daerah di provinsi lain sudah terjadi itu. Saya minta jangan terjadi di sini. Polri dan TNI harus bisa memberikan pengertian pada rakyat,” pintanya.

Laporan: Rommy Pasaribu

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed