oleh

Dari ODP ke PDP, Pelajar Asal Paluta ini Akhirnya Meninggal Dunia

Rakyatsumut.com, Seorang warga di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Sumatera Utara yang baru saja ditetapkan berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) akhirnya meninggal dunia.

Keterangan tertulis diterima Rakyatsumut.com, Selasa (14/4/2020) dari juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Coronavirus Diseas (Covid-19) Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) Lairar Rusdi Nasution, PDP tersebut berinisial SHS berusia 19 tahun berstatus Pelajar di Kota Medan. SHS meninggal dunia Senin (13/4/2020) sore kemarin.

Lairar menuturkan kronologi penanganan terhadap SHS. Pada tanggal 25 Maret 2020, SHS tercatat sebagai pelaku perjalanan dari Kota Medan ke Kecamatan Halongonan, dengan keluhan pada saat pemeriksaan kesehatan berupa batuk. Dia lantas disarankan untuk melakukan isolasi mandiri.

“Setibanya di Kabupaten Paluta, SHS ditetapkan sebagai Orang Dalam Pengawasan (ODP),” kata Lairar.

BACA JUGA: Lima Dokter Spesialis Mundur, Ombudsman Kritik Pemko Padangsidimpuan

Dia menuturkan, pada tanggal 27 Maret 2020 SHS mengalami demam tinggi: 38 derajat. Selanjutnya tanggal 4 April 2020 mengeluh nyeri kepala hebat dan dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aek Haruaya sampai tanggal 5 april 2020. Setelahnya SHS kembali dirawat di rumah, guna isolasi mandiri. Namun keluhannya berlanjut.

“Tanggal 9 april 2020 yang bersangkutan dirujuk dari praktek dokter ke RSUD Aek Haruaya dengan keluhan nyeri kepala hebat, mual dan BAK tidak lancar. Lalu kita lakukan Rapid Test, hasilnya negatif dan setelah itu yang bersangkutan kembali dirawat di rumah,” timpal Lairar.

Pada tanggal 13 april 2020, SHS kembali mengeluh nyeri kepala hebat, mual, buang air kecil tidak lancar dan bahkan terjadi penurunan kesadaran, hingga koma. Pelajar itu kemudian dirujuk kembali ke RSUD Aek Haruaya pada pukul 01:00 WIB dini hari dengan pendampingan Camat Halongonan, Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

BACA JUGA: Testimoni Sedih Abang PDP Asal Tapteng, Pertanyakan Status Positif Covid-19 Adiknya

“Yang bersangkutan langsung dimasukkan ke ruang isolasi untuk diberikan terapi karena mengalami  penurunan kesadaran dan ditetapkan sebagai PDP,” ungkap Lairar.

Setelah ditetapkan berstatus PDP, pada siang harinya, Senin (13/4/2020) dilakukan pengambilan sampel cairan tubuh SHS, guna keperluan Swab Test untuk dikirim ke RSUD H Adam Malik di Medan dan selanjutnya dikirim ke laboratorium di Jakarta.

Nahas, pada sore di hari yang sama, terjadi penurunan kesadaran pasien dan SHS dinyatakan meninggal sekitar pukul 16.30 WIB.

“Guna antisipasi, kita telah melaksanakan penanganan dan pemulangan jenazah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk pasien Covid-19 mulai dari memandikan, mengkafani, hingga mensholatkan di RSUD Aek Haruaya. Dan pada pukul 20:00 WIB jenazah dibawa ke kampung halamannya untuk langsung dimakamkan,” jelas Lairar.

“Untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat, meski hasil Rapid Test SHS menyebutkan negatif, kita masih menunggu hasil Swab Test dari laboratorium di Jakarta,” timpal Lairar.

Laporan: Rifai Dalimunthe

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed