oleh

UPAYA PENINGKATAN PEMAHAMAN PENTINGNYA BUDIDAYA PERIKANAN AIR TAWAR MELALUI PERAN AKTIF PKK DAN DKM

Hal tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah masih tergantung pada tangkapan di alam dibandingkan dengan melakukan kegiatan budidaya.

POTENSI sumberdaya alam hayati Kabupaten Tapanuli Tengah sangat potensial untuk dikembangkan. Dengan luasan daerah Kabupaten Tapanuli Tengah yang mencapai 6.194,98 km2dimana sejumlah 4.000  km2 berada di lautan dan 2.194,98 km2berada di daratan.Serta garis pantainya yang membentang sepanjang ± 200 km dengan jumlah pulau-pulaunya sebanyak 32 (tigapuluh dua) pulau.

Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga di tahun 2019 (Makkasau, 2020), mencatat bahwa potensi ikan pelagis kecil mencapai 527.029 ton, ikan pelagis besar mencapai 276.755 ton, ikan demersal 362.005 ton, ikan karang mencapai 40.570 ton, udang penaeid mencapai 8.023 ton, lobster mencapai 1.483 ton, kepiting mencapai 9.543 ton, rajungan mencapai 989 ton, dan cumi-cumi mencapai 14.579 ton. Akan tetapi, jumlah tangkapan yang diperbolehkan (JTB) dalam tingkatan underexploited (di bawah tingkat eksploitasi) hanya terdapat pada ikan karang 0.33%, kepiting 0.18%, rajungan 0.49%, dan cumi-cumi 0.39% dari tingkat aman, lestari, serta berkelanjutan (MSY= MaximumSustainableYield) yang dipersyaratkan.

Tingkat penangkapan ikan karang yang masih underexploited (di bawah tingkat eksploitasi) menunjukkan tingkat kesadaran masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah dalam menjaga kelestarian ekosistem terumbu karang yang makin tinggi. Sedangkan tingkat eksploitasi ikan pelagis kecil 0,50%, ikan pelagis besar 0.95%, ikan demersal 0.57% dalam tingkatan fullyexploited (dalam jumlah maksimal tangkapan), dan udang penaeid 1.53% dalam tingkatan over exploited (dalam jumlah lebih dari tangkapan maksimal) (Makkasau, 2020). Hal tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah masih tergantung pada tangkapan di alam dibandingkan dengan melakukan kegiatan budidaya.

Data Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tapanuli Tengah pada tahun 2019, menunjukkan bahwa jumlah pembudidaya ikan di Kabupaten Tapanuli Tengah terdiri atas: 4 (empat) kelompok pembudidaya teripang, 5 (lima) pengusaha budidaya payau (tambak), 37 (tiga puluh tujuh) kelompok budidaya tawar, dan 3 (tiga) kelompok budidaya keramba jaring apung. Usaha budidaya tersebut telah memanfaatkan luas lahan sejumlah 20 ha untuk budidaya air tawar/darat dari 10.950  ha yang tersedia, 8,3 ha untuk budidaya air laut dari 1.178,58 ha, 70,2 ha untuk usaha budidaya air payau dari 122 ha yang tersedia, 0 ha untuk budidaya di danau dari 10 ha yang tersedia, dan 0 ha untuk budidaya di sepanjang aliran sungai dari 20 titik area sungai untuk kegiatan re-stocking. Sehingga peluang untuk melakukan budidaya ikan baik air tawar, payau, maupun laut masih sangat terbuka lebar.

Hasil penelitian mengenai pandangan masyarakat tentang pengembangan budidaya perikanan air tawar, menunjukkan bahwa masyarakat Kecamatan Sorkam Kabupaten Tapanuli Tengah sangat antusias akan adanya rencana pengembangan perikanan budidaya perikanan air tawar di wilayahnya(Arsanti, 2018). Sedangkan sampai saat ini, belum ada data yang mendukung mengenai persepsi (pandangan) masyarakat di Kecamatan Pandan sebagai ibu kota Kabupaten Tapanuli Tengah mengenai kegiatan budidaya perikanan air tawar. Oleh karena itu, diperlukannya sosialisasi dan penyuluhan mengenai pentingnya budidaya perikanan air tawar dan air laut di Kecamatan Pandan yang diwakili oleh Kelurahan Pasar Baru, Kelurahan Sibuluan Indah, dan Kelurahan Aek SiTio-Tio (Gambar A) pada tahun 2019 sebelum dilanjutkannya tahapan penelitian mengenai analisis kesesuaian lahan untuk perikanan budidaya ikan air tawar di daerah tersebut.

Dari hasil kegiatan penyuluhan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, diharapkan Ibu-ibu penggerak dan para anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga  (PKK) dan Dewan Keluarga Masjid (DKM) Kelurahan Pasar Baru, Kelurahan Aek Sitio-Tio, dan Kelurahan Sibuluan Indah Kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah (Gambar B) mengerti dan memahami dari pentingnya melakukan kegiatan budidaya perikanan air tawar dalam suatu kegiatan sampingan skala rumah tangga yang dapat meningkatkan ketahanan pangan keluarga, meningkatkan pendapatan melalui produk olahan sampingan usaha budidaya, serta meningkatkan kesejahteraan keluarganya masing-masing.Pada akhirnya, kegiatan penyuluhan dan penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mendukung pengembangan budidaya perikanan di daerah tersebut.

Gambar A. Daerah di (1). Kelurahan Pasar Baru, (2) Kelurahan Sibuluan Indah, dan (3) Kelurahan Aek SiTio-Tio, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah yang masih memiliki potensi dalam pengembangan budidaya perikanan ikan hias maupun ikan konsumsi air tawar dan produk hasil olahan budidaya skala rumah tangga. Gambar diambil dengan menggunakan GoggleEarth, 2019.

Gambar A. Daerah di (1). Kelurahan Pasar Baru, (2) Kelurahan Sibuluan Indah, dan (3) Kelurahan Aek SiTio-Tio, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah yang masih memiliki potensi dalam pengembangan budidaya perikanan ikan hias maupun ikan konsumsi air tawar dan produk hasil olahan budidaya skala rumah tangga. Gambar diambil dengan menggunakan GoggleEarth, 2019.

Gambar B. Penyuluhan mengenai pentingnya pengembangan usaha budidaya air tawar di (1) Kelurahan Sibuluan Indah oleh Ibu Dian Fitria, M, S.Pi., M.Si, (2) Kelurahan Pasar Baru oleh Ibu Arsanti, S.Pi., M.Si., M.Sc, Putri Rahman Tanjung, S.Pd, dan Mahasiswi STPK Mataulian. Susi Mei, serta (3) DKM Kelurahan Aek SiTio-Tio (Ki-Ka) Bapak Rodhi Firmansyah, S.Pi., M.Si, Bapak Yassir Koto, Amd, dan Ketua STPK Matauli Bapak Dr. Ir. Joko Samiaji, M.Sc, dan (4) Mahasiswa STPK Mataulian. Syahril Ramadhan Matondang.
Gambar B. Penyuluhan mengenai pentingnya pengembangan usaha budidaya air tawar di (1) Kelurahan Sibuluan Indah oleh Ibu Dian Fitria, M, S.Pi., M.Si, (2) Kelurahan Pasar Baru oleh Ibu Arsanti, S.Pi., M.Si., M.Sc, Putri Rahman Tanjung, S.Pd, dan Mahasiswi STPK Mataulian. Susi Mei, serta (3) DKM Kelurahan Aek SiTio-Tio (Ki-Ka) Bapak Rodhi Firmansyah, S.Pi., M.Si, Bapak Yassir Koto, Amd, dan Ketua STPK Matauli Bapak Dr. Ir. Joko Samiaji, M.Sc, dan (4) Mahasiswa STPK Mataulian. Syahril Ramadhan Matondang.

 

Oleh : Arsanti, S.Pi., M.Si., M.Sc, Dosen Akuakultur Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan Matauli

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed