oleh

Testimoni Sedih Abang PDP Asal Tapteng, Pertanyakan Status Positif Covid-19 Adiknya

Rakyatsumut.com, Jusran Nainggolan, abang dari Pasien Dalam Pengawasan (PDP) asal Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara yang akhirnya meninggal di RSUD Pirngadi Medan mengungkap kesedihannya di laman facebooknya.

Jusran menuliskan testimoni kesedihannya itu, Kamis (9/4/2020) kemarin di laman facebooknya: @jusran nainggolan. Sebanyak 1.600 warganet memberi reaksi atas testimoni itu, terkomentari sebanyak 1.100 kali dan dibagikan sebanyak 239 kali.

Di akhir testimoni Jusran, ia mempertanyakan vonis RSUD Pirngadi Medan yang menyebut adiknya itu positif covid-19.

“Trus pihak RS sakit Mengatakan Bahwa kamu diNyatakan terkena Covid_19….lantas aku Meminta bukti Untuk Hasil LabNya,” tulis Jusran dikutip Rakyatsumut.com, Sabtu (11/4/2020).

Ini salinan lengkap testimoni Jusran dari laman facebooknya:

Adek ku sayang Yani Nainggolan Terimakasih Kamu Udah Memberikan Yang Terbaik Buat Keluarga Kecil kita,sampai Sekarang Wajahmu Masih Terbayang Di pikiran Kami Semua,Kamu Selalu Tersenyum,bahkan kamu coba membuat bapak sama mama Ter senyum disaat kamu sakit,,,,,,semenjak kamu berobat Dirumah kamu dirawat dengan bapak dan ibu,,,,,,,bapak itu sebagai pengganti dokter dan ibu sebagai bidanNya…. di pandan Penyakit mu udah di Cek,hasil LabNya kamu Itu Sakit TB paru bukan covid_19,Karena kamu diNyatakan Jadi (PDP)maka kamu dirujuk ke RS sakit medan Dan ternyata RS Medan Udah Penuh,Maka kamu mau di rujuk Ke RS yang Terdekat,Dan AkhirNya kamu dibawa ke RS (pringadi medan)

Tepat Senin jam 2 lebih kita masih telfonan bahwa kamu udah di RS Medan,dimana perasaan aku lumayan legah Dan aku berharap klo di RS sakit Medan pelayanan dan peralatanNya udah lengkap dan aku berharap kau pasti sembuh”Tapi”Ternyata Tidak Sesuai Harapan Aku,selama kamu Di RS prindgadi Medan kamu cuma mendapat Bantuan Oksigen,setiap jam aku telfon kamu,kamu selalu berkata”nga male hian au Abang”aku bertanya sama kamu dek”dang di lean huroa mangan ho adek”baru di alusi ho ma adek Daong Bang”Holan Roti dohot air minum do dilean Bang ninmu ma Tu au,Aku sempat meminta No perawat yg merawat mu,saat itu kamu mengirim no perawat itu….lantas aku langsung me nelfon perawat itu,Untuk memberi kamu Makan nasi,trus perawat itu menjawab udah dikasih Tadi pagi,aku menjawab masa pasien yg keadaanNya lemas cuma makan roti sama Air minum dari pagi?

Terus si perawat mengatakan Bahwa dia akan memberi makan kamu dek,Aku ngak tau pasti kau diberi makan atau tidak!!!?

Jam 12 lewat aku telfon perawat lagi Untuk Men cek keadaan mu Dek..Trus si perawat mengatakan bahwa kau sedang tidur,terus aku berkata”udah biarin ajah dia istrahat”kata aku.

Tepat jam 1:30 salah satu dari pengawai RS sakit Menelfon aku Bahwa kamu udah Tidak Adalagi aku”syok”dek Dengan kabar itu Dan kamu meninggal Di RS prindgadi Medan,Dan aku berharap kamu bisa dibawah ke kampung Untuk dikubur,,,,Tapi apa kata kADES BARANGBANG …mereka harus konsultasi Dengan Bupati TapTeng,,,,Dan Ternyata Kamu tidak di bolehin pulang ke kampung untuk Ditempatkan Dirumah Terakhir mu Dek….

Otomatis kami disini ngotot untuk bisa dibawa ke kampung…..Dan Ternyata Tidak Bisa Dek…Kamu harus Tetap Dikubur Di Medan,Aku coba telfon pihak RS.kenapa jenazahNya Tidak bisa Dibawah Pulang?

Trus pihak RS sakit Mengatakan Bahwa kamu diNyatakan terkena Covid_19….lantas aku Meminta bukti Untuk Hasil LabNya…

Sedangkan Hasil Lab dari RS pandan Kamu negatif covid_19 kenapa setelah Kamu meninggal RS mengatakan kamu kena Covid_19 sedangkan Hasil LabNya ajah belum Keluar…….kami semua sibuk disini telfon keluarga di Medan,Kami Ber terimakasih Buat Tulang (BPK.martin), Nattulang (um.desron) Dan Untuk (Kk.um.Weldi)…

Sudah Menemani kamu dek Dan setia memberi support buat kamu dan keluarga kita…

DAMAI LAH KAMU ADEK BERSAMA BAPA

DI SORGA…..AMIN..

Diberitakan, pasien PDP Covid-19 asal Tapanuli Tengah, meninggal dunia di RS Pirngadi Medan, Sumatera Utara, pada Rabu (8/4/2020) sekira pukul 02.00 wib dinihari.

Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani saat dikonfirmasi wartawan,  membenarkan pasien PDP asal Tapteng yang meninggal di RS Pirngadi Medan.

“Saya harap, ini pertama dan terakhir. Ini adalah musibah bagi kita bersama, dan untuk keluarga pasien, semoga ditabahkan,” ungkapnya, Rabu (8/4/2020).

Bupati juga menghimbau, kiranya masyarakat Tapteng semakin sadar dan mau bekerjasama untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.

“Kami imbau kesadaran kita masing-masing, tidak mengadakan kegiatan atau hajatan dan lain-lain yang bisa mengumpulkan masyarakat banyak. Tetap tenang dan jangan panik,” pungkasnya.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed