oleh

Millenial Bergandengan Tangan Lawan Corona, Rico Waas: Ini Simbol Perjuangan!

Rakyatsumut.com, Gerakan anak muda atau yang sering disebut generasi milenial di Kota Medan beberapa hari belakangan menjadi virus baru ditengah pandemi Virus Corona yang telah berdampak tehadap semua lapisan masyarakat.

Hal tersebut yang disampaikan tokoh Millenial Medan, Rico Waas, menilai langkah yang dilakukan para anak muda Medan dalam menyikapi pandemi Covid-19.

Menurutnya, sebagai motor penggerak perubahan, anak muda bisa membuat, menyalurkan, menyebarkan virus positif dengan cepat. Sebut saja di antaranya Millennial Tanpa Nama, Medan Rangers, Millenial Oligarki, Gerakan Gotong Royong dan lain sebagainya.

“Melalui sosial media, mereka saling mengajak para followersnya untuk menyebarkan kegiatan mereka, dan jadi pemicu yang lainnya untuk ikut melakukan hal positif ini. Hal seperti ini tidak boleh berhenti, ini adalah hal-hal yang selalu dapat membangkitkan moral di antara masyarakat. Ini menjadi simbol bahwa, kita selalu bersama-sama berjuang melewati pandemi,” ujarnya, Senin (6/4/2020) kemarin.

Pun demikian, kata Rico Waas, kehadiran kaum Milenial Medan ditengah kondisi masyarakat saat ini hanyalah trigger atau pemicu saja. Sebagai pondasi utama melawan bencana Virus Corona adalah pemerintah.

“Tentunya diharapkan pemerintah melakukan hal-hal solutif dan cepat untuk menangani hal ini, terutama dalam pemberian bantuan ke masyarakat yang dalam posisi kesusahan, apakah itu pengangguran, korbanPHK, pekerja harian, dan lain sebagainya,” kata Rico.

Pria berkacamata ini berharap budaya saling membantu dan gotong royong yang sudah dimulai oleh kaum Milenial Medan, bisa menular kepada millenial yang lain. Sehingga semangat tersebut terus bergulir seperti bola salju dan meluas ditengah masyarakat tanpa harus bergantung pada bantuan pemerintah.

Di sisi lain, Rico juga meminta semua pihak harus memerhatikan dan memastikan bahwa bantuan yang ada tersalurkan dengan benar dan tepat sasaran.

Khusus kepada pemerintah, Rico berharap dana miliaran rupiah yang dianggarkan baiknya di alokasikan ke alat-alat medis yang untuk penanganan COVID-19, sembako untuk masyarakat rentan, serta untuk mempersiapkan tempat-tempat karantina Korban COVID-19 apabila Rumah Sakit sudah penuh.

“Semua pihak layak mendapatkan bantuan. Tenaga medis mendapatkan APD yang lengkap, juga bantuan moril untuk meningkatkan semangat mereka sebagai garda terdepan dalam melawan Covid-19,” ujarnya.

Rico Waas juga mengajak masyarakat berempati terhadap korban yang meninggal akibat Covid-19. Sehingga tidak lagi terjadi ada warga yang menolak jenazah seperti yang baru-baru ini terjadi.

“Dan apabila pun korban COVID19 meninggal dunia, masyarakat diharapkan memberikan empati agar tidak lagi terjadi penolakan jenazah yang baru-baru ini terjadi. Ini juga membutuhkan edukasi yang jelas agar tidak terjadi kesimpang-siuran tentang hal ini,” harapnya.

Seperti diketahui, kaum Milenial Medan semakin bergeliat bergandengan tangan melawan Covid-19. Berbagai upaya dilakukan untuk membantu masyarakat yang terdampak wabah pandemi Corona.

“Tujuan sebenarnya dari komunitas ini dibentuk adalah sebagai wadah berkumpulnya para anak muda siapa saja mereka yang memiliki jiwa sosial yang tinggi. Dengan visi misi social justice, social responsiblity, humanisme dan environtmental ethics,” ujar Danny Prima selaku penggagas Millenial Oligarki.

Hal senada juga diungkapkan Koordinator Gerakan Bergotong Royong, Bobi Septian. Pihaknya memasang target bisa meringankan beban masyarakat dalam menghadapi pandemi corona.

“Gerakan ini sudah membagikan 3.000 hand sanitizer dan 7.000 masker ke masyarakat. Insya Allah dalam beberapa hari ini kita akan menyiapkan sekitar 20 ribu masker, dan semoga ini bisa bermanfaat untuk masyarakat,” ujar Bobi.

Laporan: Ucis

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed