oleh

Masyarakat Diimbau Untuk Tetap Kenakan Masker Saat Diluar Rumah

Rakyatsumut.com, Kepala Unit Mikrobiologi Klinik Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Adam Malik Medan, Rina Yunita, mengimbau warga agar mengenakan masker untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Penggunaan masker diharapkan dapat mencegah penularan Virus Corona dan tetap menjaga jarak 1-2 meter untuk memutus mata rantai penularannya kepada orang lain.

“Kalau dulu memang di awal imbauannya yang menggunakan masker ini bagi yang sakit, tapi karena kondisinya ada yang terpapar virus tapi hanya mengalami gejala ringan dan dia tidak menyadarinya,” Kata Rina, di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, Jalan Diponegoro No. 30 Medan, Senin (6/4/2020).

Penularan Virus Corona berkembang secara masif. Pasalnya, banyak masyarakat yang terpapar tapi tidak menunjukkan tanda-tanda sakit berat dan tidak menyadari dapat menularkan virus kepada orang lain.

“Hingga saat ini WHO masih mengeluarkan statement bahwa penularan Covid-19 ini melalui droplet, yakni percikan cairan tubuh seperti bersin, bantuk juga keluaran nafas. Terkait penularannya dari udara (airborne) ini masih dipertimbangkan. Memang ada penelitian yang melihat kalau virus ini di airborne bisa bertahan lama, tapi ini masih terus dikaji termasuk kemungkinan-kemungkinan untuk penularan melalui airborne,” ujar Rina.

Dijelaskannya, WHO juga menganjurkan penggunaan masker. Selain masker medis, masker kain juga bisa digunakan jika harus terpaksa beraktivitas di luar rumah.

“Hanya saja, penggunaan masker kain ini memiliki syarat yakni penggunaan maksimal 4 jam, tidak bisa digunakan berhari-hari dan kemudian harus dibersihkan dengan cairan deterjen atau cairan berbahan pemutih. Jadi jangan dibiarkan masker kain ini setelah digunakan berserakan di rumah. Apalagi sampai terpegang oleh orang lain, terutama anak-anak. Pastikan setelah kita gunakan lalu dimasukkan ke dalam plastik, kemudian sampai di rumah segera dicuci dengan cairan deterjen atau pemutih,” jelasnya.

Selanjutnya, Dosen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran USU ini juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dengan disiplin cuci tangan agar terhindar dari pandemi Covid-19.

“Tangan merupakan mata rantai dari penularan Covid-19 ini. Virus ini melekat pada permukaan benda-benda seperti meja, kursi, lantai, pegangan pintu dan sebagainya. Sehingga untuk mencegah virus masuk salah satunya dengan menerapkan cuci tangan baik dengan sabun dan air mengalir, atau hand sanitizer,” ujarnya.

Panduan mencuci tangan yang baik dan benar sesuai dengan panduan cuci tangan dari WHO, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, dan sebaiknya dilakukan 40-60 detik kontak sabun di tangan.

“WHO sudah mengeluarkan panduan cuci tangan. Ada enam langkah yang bisa menjangkau seluruh bagian kulit tangan dan sela-sela jari,” katanya.

Mencuci tangan sebaiknya dilakukan sesering mungkin, di samping tidak mengucek mata atau menyentuh wajah, hidung dan mulut sebelum tangan bersih.

Untuk perilaku hidup bersih juga dapat dilakukan dengan rutin membersihkan rumah, perabotan, permukaan lantai dan permukaan benda lain yang sering terpegang dengan disinfektan. Cairan disinfektan yang dianjurkan harus mengandung alkohol 70-75 persen dan klorin 0,1-0,5 persen.

“Ini merupakan bahan yang mudah kita dapatkan sehari-hari. Klorin merupakan bahan aktif dari cairan pemutih, bisa juga ditemukan di cairan pembersih lantai. Cairan ini banyak ditemui dalam produk bebas. Tapi disenfektan ini untuk benda, kalau untuk tangan atau kulit harus antiseptik yang hanya mengandung alkohol karena kalorin ini bersifat iritatif dan toxic terhadap jaringan hidup,” paparnya.

Terakhir, Rina menghimbau agar masyarakat memastikan rumah berventilasi dengan baik sehingga senantiasa membiarkan matahari masuk untuk menonaktifkan berbagai macam virus, termasuk Covid-19.

“Perilaku hidup bersih ini kita anjurkan terutama pada masa pandemi Covid-19 agar penularannya dapat besama-sama kita putus,” pungkasnya.

Laporan: Paska Marbun

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed