oleh

WABAH COVID-19 DAN UJIAN KESALEHAN SOSIAL KITA

“Saat ini kesalehan sosial kita sedang di uji”

COVID-19 saat ini telah menjadi pandemi, bermula dari Wuhan – RRC dan sekarang menyebar ke hampir seluruh negara yang ada di dunia bahkan sampai pada Spanyol, Italia, Iran, Amerika, Inggris, Turky dan masih banyak lagi yang lainnya hingga telah terasa juga dampaknya sampai kepada bangsa kita Indonesia. Hal ini tentu menjadi keresahan kita bersama dalam menghadapi wabah penyakit ini, disamping sifatnya yang menular juga tergolong dalam wabah yang dapat mematikan. Disinilah kita diuji dalam hal kesabaran dalam menghadapinya, tetap waspada, mengikuti imbauan pemerintah dan perbanyak beribadah serta memanjatkan doa-doa kepada Tuhan semesta alam agar terhindar dari wabah ini secara pribadi dan perseorangan dirumah masing-masing.

Tapi menurut saya hal ini juga tidak cukup, karena disamping kita mengalamatkan diri masing-masing dari wabah penyakit dengan menghindarinya, menjauhinya dan berupaya untuk tidak masuk dalam kerumunan sosial kita juga mesti melakukan ibadah-ibadah lain yang sifatnya saling berbagi kepada orang-orang yang membutuhkan pertolongan, karena itu juga bahagian dari ibadah yang dapat menolak bala, petaka bagi kita sendiri tentunya.

Bila mengutip ayah Qur’an dalam surah Ali Imran: 134 Allah SAW menegaskan; “(Orang-orang yang bertakwa yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang, maupun sempit, dan orang-orang yang (selalu) menahan amarahnya, serta (mudah) memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” lalu ada lagi ayat yang mejelaskan tentang sedekah seperti di dalam surah An-Nisa: 39 yang berbunyi “Dan apakah (kerugian) yang akan menimpa mereka jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat, serta mereka mendermakan (sedekah) sebagian dari harta yang telah dikurniakan Allah kepada mereka?”. Diteruskan pada surah Muhammad [47]:38 yang artinya” Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang berkehendak; dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti dengan kaum yang lain; dan mereka tidak akan seperti kamu ini.”

Disaat-saat seperti ini kita perlu menguatkan ketakwaan kita kepada Tuhan pemilik otoritas langit dan bumi, karena tentu semua akan kembali lagi kepadaNya untuk menghadap. Disamping itu juga kita perlu untuk menghindar dari musibah, mata bahaya dan petaka. Salah satu keutamaan berbagi itu salah satunya untuk menjauhkan kita dari hal demikian. Sebagaimana hadis Nabi Muhammad Saw; Dari ‘Uqbah bin Harits ra, ia berkata, “Saya pernah shalat Ashar di belakang Nabi saw., Di Madinah Munawwarah. Setelah salam, dia mulai dan berjalan dengan cepat melewati bahu orang-orang, kemudian dia masuk ke rumah salah seorang istananya, sehingga orang-orang terkejut melihat melihat dia melihat. Ketika Rasulullah melihat. keluar, dia merasakan bahwa orang-orang terkejut atas perilakunya, lalu dia bersabda, ‘Aku teringat sekeping emas yang tertinggal di rumahku. Aku tidak suka kalau ajalku tiba nanti, emas ini masih ada diminta jadi penghalang bagiku kompilasi aku bertanya pada hari Hisab nanti. Oleh karena itu, aku menerima agar emas segera dibagi-bagikan.” (HR. Bukhari)

Untuk itu saya juga menegaskan bahwa kita mesti gotong royong, saling berbagi, merasa senasib dan sepenanggungan. Hindari saling menghujat, menyalahkan, merendahkan martabat orang lain dan mengkoreksi siapapun. Inilah saatnya kita saling mengkoreksi diri sendiri dan peduli terhadap keadaan sekitar kita. Jadikanlah keadaan saat ini sebuah pelajaran bagi kita bersama agar lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dan menjadikan keadaan ini sebagai lompatan spiritual menuju pengharapan yang sebenar-benarnya kepada Tuhan semesta alam. Karena dengan menghadapkan wajah kita kepada Tuhan, maka ketentraman dan kedamaian dunia, kebaikan dunia serta ketenangan jiwa bisa kita dapatkan. Bagaimana caranya agr dapat menghadapkan wajah kita kepada Tuhan?

Ya, saya mengutip hadis kudsi yang artinya; “Wahai anak Adam! Aku sakit mengapa engkau tidak menjenguk-Ku, ia berkata: Wahai Tuhanku, bagaimana mungkin aku menjenguk-Mu sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam. Allah berfirman: Engkau tahu bahwa seorang hamba-Ku sakit di dunia, akan tetapi engkau tidak menjenguknya, seandainya engkau menjenguknya sungguh engkau akan dapati Aku di sisinya.”

“Wahai anak Adam, Aku meminta makan kepadamu, mengapa engkau tidak memberi-Ku? Orang itu berkata: Wahai Tuhanku, bagaimana mungkin aku memberi-Mu makan sedangkan engkau adalah Tuhan semesta alam? Allah berfirman: Engkau mengetahui ada dari hamba-Ku yang kelaparan dan engkau tidak memberinya makan, sekiranya engkau memberinya makan, niscaya engkau dapati Aku di sisinya.”

“Wahai anak Adam Aku meminta minum padamu sedang engkau enggan memberi-Ku minum. Ia berkata: Wahai Tuhanku, bagaimana aku memberi-Mu minum sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam? Allah menjawab: Seseorang meminta minum padamu dan engkau tak memberinya, sekiranya engkau memberinya minum niscaya engkau dapati Aku di sisinya.” (HR. Muslim)

Sesuai yang saya sampaikan di awal bahwa disaat seperti ini kita tidak cukup untuk melakukan ibadah yang sifatnya individualisme seperti sekadar dengan salat, puasa, zakat, haji dan ritual-ritual lain yang bersifat personal dan simbol kebaikan individu, tapi kesolehan sosial juga wajib. Makanya hadis diatas menggambarkan bahwa, Tuhan pun sakit, lapar dan haus. Minta dijenguk, diberi makan dan minum. Inilah pertanda bahwa kita tidak bisa lepas dari kehidupan sosial dan menganggap bahwa penghadapan kita hanya sebatas selamatkan diri masing-masing. Kita mesti melakukan peranan penting ditengah-tengah masyarakat, ya dalam situasi saat ini kita dianjurkan juga untuk lebih mengutamakan untuk saling berbagi. Bukan untuk saling memangsa, saling meraup keuntungan dan saling anggar kuat.

Oleh: Mas’ud Silalahi
Koordinator Nasional Forum Silaturahmi Mahasiswa (FSM) Indonesia

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed