oleh

Dua Pelaku Curanmor Terkapar Setelah Diterjang Timah Panas Petugas

Rakyatsumut.com, Dua pelaku pencuri kendaraan bermotor (curanmor) terkapar setelah timah panas milik petugas unit pidana umum Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan menjebol kedua kakinya.

Kedua tersangka, Akal Mustafa Ramadan (20) warga Jalan Rela Gang Bandung Medan Tembung dan Roy Aritonang (25) warga Jalan Perintis I Veteran, meringis kesakitan saat dilumpuhkan lantaran berupaya kabur saat ditangkap.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan, Ajun Komisaris Besar Polisi Rony Nicholas Sidabutar mengatakan, penangkapan terhadap dua pelaku tersebut berdasarkan laporan korban Ratna Deviana Dachi (24).

Warga Jalan Lingkungan Perlayuan II RT/RW 1/1, Rantau Utara, Labuhanbatu yang kini berdomisili di Jalan Rela Medan itu kehilangan sepeda motor di lokasi kos-kosan tempat tinggalnya.

“Korban pada Selasa 31 Maret 2020, sekira pukul 06.00 WIB terbangun dan kaget saat melihat sepeda motor yang diparkirkan didepan kos hilang. Atas peristiwa itu korban membuat laporan di Polrestabes Medan,” kata AKBP Rony Nicholas kepada wartawan, Sabtu (4/4/2020).

D AKBP Rony, petugas Satreskrim yang mendapat laporan langsung melakukan olah tempat kejadian dan penyidikan terhadap hilangnya sepeda motor BK  3508 YBF milik korban.

Pada Rabu (1/4/2020), petugas mendapat informasi jika ada dua pemuda yang sedang berboncengan menggunakan kendaraan yang identik dengan ciri-ciri milik korban.

“Setelah petugas tiba di lokasi, benar saja ternyata kendaraan tersebut milik korban. Namun, saat hendak di sergap, keduanya melarikan diri hingga dilumpuhkan,” jelasnya.

Selanjutnya kedua tersangka dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk mendapat perawatan medis, setelah itu keduanya diboyong ke Mako guna menjalani pemeriksaan intensif. Dari tangan tersangka turut disita barang bukti sepedamotor korban.

“Dari hasil interogasi dan pemeriksaan, kedua tersangka melakukan aksi pencurian sepedamotor bersama NI (DPO). Modus tersangka melakukan pencurian dengan cara mematahkan kunci stang sepedamotor lalu melarikannya,” ungkapnya.

Masih dikatakan AKBP Rony, para tersangka sudah sering melakukan aksi pencurian berbagai jenis sepedamotor diantaranya di Jalan Rela dan Jalan Pardamean pada bulan Maret 2020. Di Jalan Perjuangan bulan Februari 2020. Jalan Sukaria Ujung, Jalan Perjuangan dan Jalan Perintis I bulan Januari 2020. Jalan RS Haji bulan November 2019, Jalan Metrologi bulan Agustus 2019, Jalan Pelita 1 bulan Juli 2019 dan Jalan Ikip bulan Oktober 2018.

“Kasus ini masih kita kembangkan, karena menurut pengakuan tersangka bahwa sepedamotor hasil curian dijual kepada Ul yang saat ini masih DPO,” pungkasnya.

Laporan: Ucis

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed