oleh

Yang Pernah Bertemu PDP asal Padangsidimpuan Diminta Jujur dan Periksa Kesehatan

Rakyatsumut.com, Meninggalnya seorang pasien berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) asal Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara memicu reaksi pencegahan di daerah tetangga.

Misalnya di Kota Sibolga. Ketua Karang Taruna di daerah itu, Denni Aprilsyah Lubis, melayangkan imbauan langkah-langkah kewaspadaan dan pencegahan dini.

“Pertama sekali ucapan turut berduka cita sedalam-dalamnya kami Karang Taruna Kota Sibolga sampaikan, atas berpulangnya ke Rahmatullah Almarhumah dengan nama akun facebook Erni Aqilah Abyan, PDP Covid-19 asal Padangsidimpuan,” kata Denni dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/4/2020).

Kendati Denni mengingatkan, pasien selama ini dikenal berprofesi sebagai pedagang pakaian wanita dan memiliki pelanggan cukup banyak warga Sibolga-Tapteng.

Karena itu pihaknya mengimbau bagi warga Sibolga dan Tapteng yang pernah berbelanja di toko milik almarhumah atau bertemu langsung dengan almarhumah dalam 2 minggu terakhir, agar berkenan memeriksakan kesehatannya.

“Dan memberitahukan dengan jujur kepada petugas kesehatan atas riwayat tersebut, demi kebaikan diri sendiri, keluarga dan kita seluruhnya warga Sibolga-Tapteng.  Demikian himbauan ini kami perbuat, mohon maaf jika ada yang kurang berkenan, niat kami hanya untuk antisipasi penyebaran covid-19 dan kebaikan kita bersama,” tutup Denni.

Satu pasien dengan status PDP asal Kota Padangsidimpuan meninggal dunia saat akan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan, Jumat (3/4/2020) malam.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, pasien PDP tersebut berinisial EAA dan meninggal dunia dalam keadaan mengandung.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut  dr Aris Yudhariansyah mengatakan, rencananya jenazah PDP tersebut akan dikebumikan di Taman Pemakaman Umum Simalingkar yang sudah di khususkan sebagai lokasi pemakaman pasien Covid-19.

Untuk proses pemakaman, lanjutnya, Walikota Medan Akhyar Nasution dan Walikota Padang Sidempuan Irsan Efendy Nasution sedang melakukan koordinasi perihal pemakaman tersebut.

“Pasien akan dikebumikan di Medan.D Saat ini lagi koordinasi antara Walikota Medan dan Walikota Padang Sidempuan,” kata Aris saat kepada wartawan saat dikonfirmasi.

Dijelaskan Aris, pasien PDP asal Kota Padangsidimpuan tersebut belum sempat dipastikan apakah positif terpapar virus corona. Sebab, pasien sudah meninggal dunia saat tiba di RSUP Adam Malik.

“Yang dari Padang Sidempuan itu meninggal. Statusnya masih PDP, dan belum belum sempat di rapid test,” ungkapnya.

Sebelumnya, diketahui seorang pasien dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19, warga asal Kota Padangsidimpuan, meninggal dunia saat hendak di rujuk ke RSUP Haji Adam Malik Medan, Jumat (3/4/2020) malam.

Meninggalnya seorang pasien yang akan dirujuk ke RSUP Adam Malik Medan itu dibenarkan oleh Koordinator Penanganan Covid-19 Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan.

“Pasien ini Death on Arrival (DOA), yang begitu sampai sudah meninggal,” katanya.

Death on Arrival (DOA) merupakan istilah yang dipakai untuk menyebutkan pasien yang meninggal secara klinis sebelum sampai ke rumah sakit.

Laporan: Rommy

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed