oleh

Dibebaskan Karena Covid-19, Warga Binaan: Sudah Pasti Kami Bahagia

Rakyatsumut.com, Warga binaan Lapas klas II A Sibolga, Sumatera Utara mengaku mengapresiasi kebijakan pembebasan yang diberikan Kemenkumham.

“Sudah pasti kita bahagia, kita mengapreasiasi keputusan menteri ini, negara merasakan bagaimana kapasitas di lapas, dan ini mengantisipasi tidak menyebar covid-19 di lapas,” kata Liston Hasibuan, wargabinaan yang dibebaskan dari Lapas hari ini, Jumat (3/4/2020).

Liston mengaku, setelah pembebasan ini langsung pulang ke rumah untuk menjalankan aturan pembebasan itu.

“Kami napi akan melanjutkan hukuman di rumah, kami sebagai napi, pasti akan melaksanakan,” ujarnya.

Sebelumnya, Kalapas Klas IIA Sibolga, Surianto menerangkan, pembebasan ini bersifat asimilasi. Wargabinaan dibebaskan agar berada di rumah sembari menunggu Surat Keterangan Pembebasan Bersyarat (SKPB).

“Ada surat keterangan bebas, ini asimilasi, sembari menunggu SKPB, menunggu itu biasanya di Lapas, tapi karena covid-19 jadi menunggu di rumah,” kata Surianto kepada wartawan.

Wargabinaan yang dibebaskan, kata Surianto tetap menjalani wajib lapor ke Badan Pemasyarakatan (Bapas).

“Tetap lapor, tapi karena situasi begini bisa dengan video call, tadi orang bapas juga ada,” katanya.

Disebutkan, jumlah keseluruhan warga binaan yang mendapat asimilasi sebanyak 150 an orang. Pembebasan dilakukan secara bertahap sejak kemarin, Kamis (2/4/2020).

“Pagi ini realisaii 136 warga binaan, kemarin 36, pagi dan sore 17 orang, yang (warga binaan) anak ada 3 orang,” rinci Surianto.

Dia menyebut, warga binaan yang bebas itu dari berbagai kasus yang menjalani masa hukuman di Lapas tersebut, kecuali kasus korupsi.

“Kecuali Korupsi nggak, hampir semua kasus selain PP 99,” ujarnya.

Surianto menjelaskan, dengan dibebaskannya 250 an warga binaan tersebut, jumlah penghuni di Lapas tersebut saat ini sekitar 1000 an orang.

“Kapasitas 330, tetap over kapasitas,” katanya.

Laporan: Damai

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed