oleh

AS Miliki 10 ribu ventilator, Sebagian Diantaranya Rusak

Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan pemerintah federal memiliki 10 ribu unit ventilator yang siap didistribusikan dan ribuan unit persediaan tambahan untuk penanganan pasien terinfeksi virus corona.
Namun, beberapa pejabat negara mengatakan sejumlah ventilator yang disimpan rusak dan persediaannya sudah hampir habis.

Dikutip dari Inews.id, Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS) berspekulasi bahwa pemerintah pusat tidak melakukan tugasnya untuk memantau jumlah persediaan.

Faktanya, The New York Times melaporkan pada Kamis (2/4/2020), sebanyak 2.109 ventilator memang tidak tersedia dan baru siap dipasok ulang mulai 30 April mendatang. Kosongnya persediaan disebabkan karena tak ada perpanjangan kontrak antara pemerintah dan pihak pemelihara alat kesehatan sejak 2019 lalu.

Pemerintah baru menandatangani perjanjian baru dengan Agiliti, sebagai pemelihara sekaligus pemasok untuk alat kesehatan pada akhir Januari lalu. Mereka juga terlambat melakukan pembayaran kontrak sebesar US$38 juta (sekitar Rp635,7 miliar).

Dengan demikian, proses pemeliharaan ventilator semakin tertunda. Kesalahan tersebut berpotensi mematikan karena ketika itu penyebaran virus corona kian meluas.

Para ahli juga memperingatkan, alat bantu pernapasan seperti ventilator tidak dapat disimpan terlalu lama tanpa adanya pemeliharaan.

Tak heran, jika rumah sakit pusat di AS harus berjuang untuk merakit setiap ventilator yang mereka temukan. Beberapa kehabisan daya baterai, beberapa lainnya bahkan tak dilengkapi dengan selang oksigen.

“Saya tidak tahu siapa yang bertanggung jawab atau apakah ada yang bertanggung jawab atas alat kesehatan itu. Tapi itu bukan kami,” kata kepala eksekutif Agiliti, Tom Leonard, yang dikutip dari inews.id dan dilansir dari The New York Times pada Kamis (2/4).
Laporan: Rommy

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed