oleh

Tusuk Korban Dengan Gunting, Perampok di Medan Ditembak

Rakyatsumut.com, Pandu Alfaris (26) seorang pelaku perampokan di jalan KL Yos Sudarso, Medan Barat, Kota Medan, Sumatera Utara ditembak saat hendak ditangkap dari tempat persembunyiannya.

Reskrim Polsek Medan Barat menangkap tersangka dari persembunyiannya di Jalan Umar Gang Jojodiharjo, Kelurahan Glugur Darat I, Medan Timur, Selasa (31/3/2020).

“Pandu Alfaris kembali ditangkap karena telah melakukan perampokan terhadap Sopianti Br Sianturi (21) warga Jalan Umar, Gang Dejoarjo, Kecamatan Medan Timur. Selain mengalami luka, korban juga kehilangan 2 buah anting emas dan handphone Nokia warna hitam,” kata Kapolsek Medan Barat Kompol Afdhal Junaidi, dikutip dari metro24jam, Rabu (1/4/2020).

Diceritakan, peristiwa berawal ketika Sopianti menunggu Angkot di Jalan KL Yos Sudarso, Gang Bagan, Kelurahan Glugur Kota, Medan Barat, Sabtu (28/3/2020) sekira pukul 08.00 Wib.

Saat itulah, Pandu yang diduga sedang mencari ‘mangsa’, melintas dan langsung merampas anting dan HP milik Sopianti.

“Korban berusaha melawan dan meronta, namun pelaku memukuli korban. Tak hanya itu, tersangka juga mencekik leher korban lalu menusuk perut korban dengan gunting,” jelas Afdal.

Akibatnya, gadis itu jatuh tak sadarkan diri, sedangkan Pandu langsung kabur. Warga kemudian membawa Sopianti ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

Setelah pulih, Sopianti diantar salah seorang keluarganya ke Polsek Medan Barat untuk membuat pengaduan sesuai Laporan Polisi nomor: LP/88/III/2020/SPKT/Restabes Medan/Sek Medan Barat, tanggal 28 Maret 2020.

Polisi langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengidentifikasi pelaku adalah Pandu Alfaris.

Tiga hari kemudian, tepatnya Selasa (31/3/2020), polisi mendapat informasi keberadaan residivis kambuhan sadis ini, yang ternyata tak jauh dari kediamannya.

“Pada saat akan ditangkap, pelaku mencoba melawan dan melarikan diri, sehingga terpaksa dilakukan tindakan tegas terukur dengan cara menembak kedua kakinya,” kata Afdal..

Dari pengungkapan itu, polisi juga mengamankan barang bukti berupa 1 unit HP merk Nokia warna hitam, sebuah gunting, baju warna hitam hasil penjualan anting emas, celana warna biru dan baju warna merah yang dipakai Pandu saat melakukan kejahatan.

“Dari hasil interogasi, tersangka ini merupakan residivis kasus pencurian tahun 2015 di wilayah hukum Polsek Medan Barat. Residivis pencurian bongkar rumah di tahun 2017 di wilayah Medan Timur dan melakukan pencurian handphone di wilayah hukum Polsek Medan Barat tahun 2019,” pungkas Afdhal.

Laporan: Rommy

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed