oleh

Yusril: Darurat Sipil: Tidak Relevan

Rakyatsumut.com, Wacana Darurat Sipil kian jadi pembicaraan hangat pasca pernyataan Presiden Jokowi terkait kebijakan baru penanganan dampak covid-19 di Indonesia.

Kali ini komentar dari praktisi hukum senior, Yusril Ihza Mahendra di akun twitternya, Selasa (31/3/2020). Ada sebanyak 7 poin ditulis politisi Partai Bulan Bintang (PBB) itu.

  1. Pasal2 dalam Perppu no 23 tahun 1959 yang mengatur Darurat Sipil itu tidak relevan dengan upaya untuk melawan merebaknya wabah virus corona. Pengaturannya tidak efektif untuk mengatasi pemberontakan dan kerusuhan, bukan mengatasi wabah yang mengancam jiwa setiap orang;
  2. Satu2ya pasal relevan hanya yang berkaitan dengan kewenangan Penguasa Darurat Sipil untuk membatasi orang ke luar rumah. Ketentuan lain seperti melakukan razia hanya relevand engan pemberontakan dan kerusuhan. Begitu juga pembatasn penggunaan alat2 komunikas tdk relevan;
  3. Dlm Perppu ini keramaian2 masih diperbolehkan sepanjang ada izin dari Penguasa Darurat. Bahkan ada yang kontra produktif karena Penguasa Darurat tdk bisa melarang orang berkumpul untuk melakukan kegiatan keagamaan termasuk pengajian2. Aturan2 spt ini tdk relevan dengan wabah
  4. Lbh dp itu Darurat Sipil terkesan represif. Militer memainka peran sangat penting kendalikan keadan. Yang kita butuhkan adalah ketegasan dan persiapan matang melawan wabah ini untuk menyelamatkan nyawa rakyat. Pemerintah harus berpikir ulang mewacanakan darurat sipil ini
  5. Saya pernah gunakan pasal2 Darurat Sipil ini untuk atasi kerusuhan di Ambon th 2000. Presiden Gus Dur akhirnya setuju nyatakan Darurat Sipil dan minta saya mengumumkannya di Istana Merdeka. Darurat Sipil mampu redam kerusuhan bernuansa agama itu walau banyak kritik kepada saya;
  6. Tapi kerusuhan Ambon jelas beda dengan wabah corona. Mudah2an kita mampu mengambil langkah yang tepat di tengah situasi yang amat sulit sekarang ini;
  7. Keadaan memang sulit, tapi kita, terutama para pemimpin jangan sampai kehilangan kejernihan berpikir mengadapi situasi ini. Tetaplah tegar dan jernih dalam merumuskan kebijakan dan mengambil langkah serta tindakan.

Demikian tulis Yusril dalam ciutannnya. Warganet retweet sebanyak 3016 kali dan mendapat suka sebanyak 6275 kali.

Laporan: Rommy Pasaribu

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed