oleh

Pelajar Asal Sampetan ini Bikin Komik Bertema Corona, Dilukis Pakai Pensil

Pelajar Asal Sampetan ini Bikin Komik Bertema Corona, Dilukis Pakai Pensil

Rakyatsumut.com, Dampak pademi corona memaksa pemerintah di seluruh wilayah di Indonesia memberlakukan pemberhentian proses belajar mengajar di lingkungan sekolah.

Tapi bukan libur, melainkan agar sekolah menjalankan proses belajar jarak jauh. Pelajar belajar dari rumah. Pekerjaan Rumah pun diperbanyak kepada para siswa.

Nah di Kabupaten Boyolali, tepatnya di Desa Sampetan, Kecamatan Ampel, adalah Adianto, pelajar kelas 1 Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Tengaran. Adianto pelajar di jurusan MIPA. Ia juga di rumah saja sejak pemberlakuan peliburan sekolah diterapkan.

Dan selama di rumah, Adianto terus mendapat tugas dari sekolah. Teranyar, tugas Pelajaran Fisika: membuat komik.

Lantas Adianto mengerjakan tugas itu. Bukan pakai aplikasi di komputer atau di telepon pintar yang semakin populer belakangan ini, tapi, pakai pensil dan drawing.

Adianto memang hobi melukis pakai pensil. Komik yang ia beri judul ‘Momentum dan Impuls’ itu, ia kerjakan di dua lembar kertas. Menariknya, komik ini mengambil tema virus corona sesuai perintah guru.

Komik itu keren, karena ia lukis dengan gambar apik seperti komik hasil coretan aplikasi komputer.

“Jadi tugasnya menghubungkan materi fisika tentang momentum dan impuls dengan virus corona, terus aku bikin itu ceritanya ada 2 virus corona di pagar besi yang sedang berbincang bincang tentang materi momentum dan impuls, terus ada orang yang pegang pagar itu, nahh akhirnya orangnya kena virus corona,” kata Adianto, Rabu (1/4/2020).

Komik bertema corona karya Adianto. Foto: Rakyatsumut.com/ Istimewa
Komik bertema corona karya Adianto. Foto: Rakyatsumut.com/ Istimewa

Dia menjelaskan pengertian momentum, yakni kesukaran untuk mendiamkan atau menggerakkan suatu benda. Sementara Impuls, yakni peristiwa gaya yang bekerja dalam waktu sesaat.

“Gaya ketika suatu benda sedang menabrak benda lainnya,” kata Adianto menjelaskan.

Dia menuturkan komik itu juga sarat pesan positif. Yakni agar masyarakat semakin meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian menghadapi virus corona, terutama di Indonesia.

“Yaa, mengingat virus ini sangat berbahaya dan sangat mudah penularannya, diharapkan harus selalu hati-hati dan waspada terhadap penyebaran virus corona ini, serta harus mematuhi imbauan dari pemerintah,” tukas Adianto.

Marni, ibu Adianto menyebut, melukis memang menjadi bakat putra sulungnya itu. Adianto bahkan sering menghabiskan waktunya di kamar untuk menggambar, apa saja.

“Sebagai orangtua tentu mendukung bakat anak,” kata Marni.

Apalagi sekarang, yang meskipun libur, pekerjaan rumah dari sekolah tetap saja banyak diberikan para guru. Itu membuat Adianto hanya sedikit waktu berada di luar rumah.

“Ya banyak tugas, dikerjakan online juga,” kata Marni.

Laporan: Damai Mendrofa

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed