oleh

Hindari Lockdown, Seorang Pria Pura-pura Meninggal di Ambulans

Rakyatsumut.com, Seorang warga desa di Kashmir memalsukan kematiannya dan melakukan perjalanan lebih dari 160 km dengan sebuah ambulans bersama empat orang lainnya untuk menghindari lockdown alias karantina wilayah yang diberlakukan Pemerintah India.

Pria itu berhasil pulang ke kampung halamannya, tapi tak lama setelah itu ditangkap polisi.

Pria bernama Hakim Din itu awalnya dirawat karena cedera kepala ringan di sebuah rumah sakit di Jammu, ketika seorang pengemudi ambulan menyarankan pria berusia 70 tahun itu memalsukan kematiannya agar bisa melewati pos pemeriksaan.

Din dan tiga orang lelaki lainnya ingin kembali ke Poonch, daerah pedalaman di Kashmir yang dikuasai India, dekat dengan perbatasan de facto dengan Pakistan.

Kepala Inspektur Polisi wilayah itu, Ramesh Angral, mengatakan keempat pria dan pengemudi itu menempuh jarak lebih dari 160 kilometer dengan ambulan, melewati banyak pos pemeriksaan dengan bermodalkan akta kematian palsu dari rumah sakit.

“Ambulan dihentikan di pos pemeriksaan terakhir sebelum mereka bisa sampai di rumah,” kata Angral kepada AFP dikutip dari inews.id, Rabu (1/4/2020).

“Seorang polisi di sana segera mengetahui bahwa orang yang terbaring tertutup di dalam ambulans itu tidak mungkin mati,” ucapnya.

Keempat orang itu lalu ditangkap dan dikarantina secara terpisah. Angral mengatakan, mereka bakal menghadapi tuduhan penipuan dan menentang larangan pemerintah.

Sampai saat ini tidak ada kasus positif corona yang diketahui di wilayah Poonch. Namun, Pemerintah India memberlakukan 21 hari lockdown nasional mulai Rabu (25/3/2020) pekan lalu untuk memerangi penyebaran pandemi Covid-19. Ada lebih dari 1.600 kasus, termasuk 38 kematian, di negara berpenduduk 1,3 miliar jiwa itu.

Karantina wilayah secara nasional berlaku menyusul jam malam yang sudah lama berlaku di Kashmir. Pemberlakuan jam malam di wilayah itu dimulai sejak penguasa India di New Delhi membatalkan status semiotonomi Kashmir pada 5 Agustus 2019.

Dalam beberapa kasus, kebijakan jam malam di Kasmir secara bertahap mulai longgar di bulan-bulan berikutnya, memungkinkan warga daerah itu untuk bepergian ke luar rumah dan desa mereka. Akan tetapi, beberapa warga Kashmir telah telanjur “terdampar” di kota-kota dan tidak dapat kembali ke desa mereka setelah pengumuman lockdown secara nasional yang mendadak oleh India.

Laporan: Rommy

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed