oleh

Jumlah ODP di Sumut Menurun Tajam

Rakyatsumut.com, Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Provinsi Sumatera Utara mengalami penurunan tajam. Per hari Minggu (29/3/2020), jumlah ODP turun sebanyak 58,9 persen. Yakni dari hari sebelumnya 4.064 orang menjadi 2.556.

Demikian diungkap juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sumatera Utara, dr Aris Yudhariansyah.

“Hari ini ODP jumlahnya 2.556 orang. Menurun dari hari Sabtu atau hari sebelumnya yang bejumlah 4.064 orang,” kata Aris.

Aris menyebut, penurunan ini terjadi lantaran ada penyesuaian kriteria dari revisi ke 4 yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI.

Sementara itu disebutkan, dalam daftar ODP tersebut, Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah juga termasuk. Ijek berstatus ODP setelah salah satu ajudannya dinyatakan positif dan tengah dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik.

Ijeck disebutkan sudah menjalani pemeriksaan dan tengah menjalani masa isolasi. Kesehatannya saat ini dikabarkan dalam kondisi baik.

Jumlah Positif Corona di Sumut Belum Berubah

Aris menuturkan, data kasus positif corona di Sumatera Utara tidak berubah, yakni sebanyak 14 kasus. Sebanyak 2 di antaranya meninggal dunia, salah satunya adalah dokter paru-paru yang punya riwayat perjalanan ke Israel dan Italia.

Sementara ada sejumlah kasus COVID-19 yang meninggal dalam status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) atau yang belum keluar hasil penelitian sampel dari Balitbang Kemenkes RI. Berlanjut sebanyak 15 pasien negatif corona yang masih dirawat, dan ada 7 pasien negatif corona yang sudah dipulangkan.

Data PDP juga disebutkan tidak berubah, yakni sebanyak 77 PDP orang yang di rawat di sejumlah rumah sakit di 7 daerah di Sumatera Utara.

“Mulai dari Medan, Pematang Siantar, Tanjung Balai, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Dairi dan Mandailing Natal,” rinci Aris.

Masyarakat Diminta Ikuti Imbauan

Sementara itu Aris kembali meminta masyarakat mengikuti imbauan physical distancing atau menjaga jarak dengan orang yang lainnya, baik di luar maupun di dalam rumah. Dia juga mengajak masyarakat untuk tidak panik dengan kelangkaan masker dan hand sanitizer.

Menurut dia, kepanikan saat ini di masyarakat dipicu ketiadaan masker dan hand sanitizer. Dia mengatakan, kepanikan seharusnya terjadi jika kehilangan antibodi di tubuh.

“Karena virus tidak bisa dihindari, hanya bisa dikalahkan di dalam tubuh kita. Antibodi itu seperti pabrik. Kadang jumlahnya banyak, kadang jumlahnya sedikit. Supaya produksinya banyak, sering-sering mengonsumsi vitamin C dan E setiap hari. Dan berjemur saat pagi supaya mendapatkan sinar ultraviolet,” tutup Aris.

Laporan: Rommy Pasaribu

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed