oleh

Ini Sikap Pemerintah Jika Terjadi Lonjakan PHK Akibat Covid-19 di Indonesia

Rakyatsumut.com, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat Virus corona (Covid-19) bisa mencapai 25 juta orang di seluruh dunia. hal itu disampaikan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), dengan perkiraan berdasarkan skenario yang berbeda untuk dampak pandemi Virus Corona pada pertumbuhan ekonomi, pengangguran secara global akan meningkat antara 5,3 juta dan 24,7 juta orang.

Namun, Direktur Departemen Kebijakan Ketenagakerjaan ILO Sangheon Lee menuturkan, skala tersebut bisa lebih tinggi dari yang diperkirakan sebab dampak dari Virus Corona tersebut belum bisa ditentukan sampai berapa lama.

“Proyeksi akan jauh lebih besar, jauh lebih tinggi dari 25 juta orang yang kami perkirakan,” katanya dikutip dari akurat.co yang dilansir dari Reuters, Jakarta, Jumat (27/3/2020).

Menanggapi ini, Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menjelaskan, Lumpuhnya sebagian besar aktivitas ekonomi terutama di wilayah terpapar COVID-19 meningkatkan resiko PHK di berbagai sektor termasuk, pariwisata, hotel, restoran, travel agent, tempat hiburan, industri manufaktur, dan lainnya.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyebut, tingkat okupansi hotel rata-rata di Indonesia hanya 30 persen. Artinya, 70 persen kamar hotel tak terisi alias kosong, dimana akan berujung pada efisiensi alias PHK.

“Pekerja informal yang mencapai 70,5 juta orang (55,72 persen dari total tenaga kerja Indonesia) juga akan mengalami tekanan ekonomi yang berat,” ucap Ekonom Indef Rizal Taufikurohman, Selasa (27/3/2020).

Untuk itu, Sekretaris Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, pemerintah merencanakan berbagai stimulus untuk para pekerja yang mengalami PHK sebagai dampak dari COVID-19.

Pertama, pemerintah melakukan penyesuaian terhadap program Kartu Prakerja yaitu difokuskan pada pekerja yang terkena PHK di sektor informal dan UMK akibat COVID-19.

“Pelatihan yang diberikan adalah pelatihan online dan penerima manfaat akan mendapatkan insentif sebesar Rp4 juta yaitu Rp1 juta per bulan selama empat bulan,” tutur Susiwijono, dilansir dari Akurat.co, Selasa (24/3/2020).

Skema Kartu Pra Kerja ini berlaku selama empat bulan ke depan sebagai bentuk mitigasi pemerintah terhadap dampak COVID-19 yang mengakibatkan banyak.

laporan: Damai

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed