oleh

Dampak Covid-19, Warnet Ditutup Pengelola Mengeluh

Rakyatsumut.com, Kebijakan penutupan warung internet di Kota Sibolga, Sumatera Utara, dirasa berdampak kepada para pengelola.

Dian Tanjil, pemilik warung internet Aganet di jalan KH. Ahmad Dahlan Kelurahan Pancuran Dewa mengaku, sebenarnya tak mempermasalahkan kebijakan penutupan itu, karena demi keselamatan.

Namun ia berharap, ada solusi dari pemerintah terkait dampak kebijakan yang diberlakukan.

“Kita berharap Pemko Sibolga menyurati pihak Telkom agar kami diberi keringanan,” ujar Dian kepada Rakyatsumut.com, Jumat (27/3/2020) siang.

Dian menuturkan, meski kini usaha yang ia lakukan terpaksa ditutup, pembayaran masih terus dilakukan, baik tagihan internet maupun pembayaran pajak.

“Warnet disuruh tutup bang, sementara pembayarannya tetap, ya terasalah bagi kami pengusaha warnet ini bang,” keluh Dian.

Satpol PP Siap Bantu Pengelola Warnet

Terkait keluhan ini, Sekretaris Satpol PP Sibolga Faisal F Lubis mengaku akan membantu para pengelola warnet.

Faisal menuturkan, pihaknya siap memfasilitasi keluhan para pengelola ke instansi terkait semisal PKAD maupun Kantor Pajak.

“Kita akan fasilitasi bilamana pemilik warnet bertanya tentang pajak yang dibayarkan ke dinas instansi terkait,” kata Faisal ditemui di ruangannya.

Namun Faisal mengaku, sampai saat ini belum ada pemilik warnet yang menyampaikan keluhannya baik itu pembayaran tagihan jaringan maupun pajak usaha warnet.

“Saat Patroli dilakukan ke warnet-warnet belum ada keluhan tagihan jaringan maupun bertanya tentang pajak usaha mereka,” ucapnya.

Telkom: Tagihan Maret Tetap Harus Bayar

Terpisah, Tina, perwakilan Telkom Sibolga mengatakan pihaknya akan merespon berbagai keluhan pengelola warung internet.

“Kita himbau kepada pemilik warnet agar datang ke kantor Telkom untuk menyampaikan keluhannya,” kata Tina

Dia menyebut, terkait kebijakan penutupan warnet, Telkom akan memberlakukan isolir selama 2 bulan ke depan, yakni April dan Mei.

“Ya saat mereka (pengelola warnet) nanti melapor, kita kasih solusi yakni pembayaran bulan Maret tetap dibayarkan dan akan kita beri isolir selama dua bulan,” imbuhnya.

Tina mengatakan beberapa pengelola warnet sudah datang ke Telkom dan menyampaikan keluhannya.

“Sudah kita berikan solusinya,” tutupnya.

Sementara upaya konfirmasi ke kantor Perpajakan coba dilakukan awak media ini. Namun kantor tersebut memberlakukan penghentian pelayanan tatap muka mulai dari 16 Maret sampai 6 April 2020.

Upaya konfirmasi melalui telepon juga coba dilakukan dan belum mendapat jawaban.

Laporan: Mirwan Tanjung

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed