oleh

Gubernur Edy Minta Kepala Daerah Paksa Warganya Tetap di Rumah

Rakyatsumut.com, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi meminta seluruh Bupati dan Walikota memaksa rakyat agar tetap berada di rumah.

Menurut Edy, cara itu dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Sumut.

“Banyak yang belum mentaati imbauan pemerintah. Akibatnya jumlah yang kita pantau bertambah. Memutus mata rantai ini salah satunya adalah memaksakan rakyat untuk tetap di rumah. Kita contohkan pada masyarakat bahwa ini yang terbaik untuk rakyat,” kata Gubernur melalui teleconferensi dengan 33 kepala daerah Sumut, Selasa (24/3/2020).

Dia mencontohkan Kota Medan, Gubernur melihat masih banyak keramaian yang dilakukan masyarakat, baik siang hari atau malam hari. Dia meminta agar hal ini segera ditertibkan.

Edy juga meminta para kepala daerah segera melakukan relokasi anggaran untuk penanganan Covid-19, dan segera membahas anggaran ini dengan DPRD sesuai prosedur dan pedoman Permendagri.

“Kabupaten dan kota untuk segera mendata dengan pasti rakyat menengah ke bawah akibat dampak Covid-19,” katanya.

Dalam kesempatan itu juga, Edy Rahmyadi menginformasikan bahwa Sumut akan memperoleh tes cepat (rapid test) Covid-19 dari pemerintah pusat sebanyak 3600 unit dan alat pelindung diri (APD) sebanyak 175.000 untuk tenaga medis, yang nantinya akan disalurkan keseluruh Kabupaten/Kota di Sumut.

Laporan: Damai

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed