oleh

Calon PPS Tuding KPU Sibolga Tidak Transparan

Rakyatsumut.com, Calon anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Kelurahan Pancuran Pinang, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Thomson Pasaribu menuding KPU Sibolga tidak transparan dalam rekrutmen anggota PPS.

Tudingan disampaikan Thomson kepada wartawan di Kota Sibolga, Sabtu (21/3/2020) kemarin.

Thomson mengaku sudah memenuhi persyaratan administrasi anggota PPS, dan dinyatakan lulus. Selanjutnya mengikuti ujian tertulis, dan dinyatakan lulus. Kemudian test wawancara dinyatakan juga dinyatakan lulus.

Hasil seleksi selanjutnya diumumkan ke publik untuk meminta tanggapan tahap kedua masyarakat. Lalu ada tanggapan terhadap Thomson Pasaribu yang dibubuhi meterai 6000 dengan menyatakan tidak tinggal di Kelurahan Pancuran Pinang dalam waktu yang lama.

Atas tanggapan tersebut, anggota KPU meminta klarifikasi terhadap Thomson. Sebagai jawaban, Thomson didampingi Kepala Lingkungan meminta surat keterangan domisili dari Kelurahan, serta menyerahkannya ke KPU. Namun oleh KPU tetap juga namanya dianulir, dan digantikan calon lain.

Selain Thomson Pasaribu, juga ada Bernard Silitonga, kedua warga Sibolga ini, beberapa kali sudah pernah bertugas dilingkungan KPU Sibolga.

Afwan Nasution Anggota KPU Sibolga kepada wartawan menjelaskan, bahwa dalam Juknis Pembentukan PPS surat keterangan domisili dimaksud harus dari RT/RW atau Kepala Lingkungan, bukan dari Lurah.

“Surat keterangan tersebut sudah kita minta kepada saudara Thomson, rekaman ada, tetapi hingga waktu yang ditentukan tidak ada suratnya,” kata Afwan.

Afwan juga mengaku sesuai Juknis, tanggapan masyarakat terhadap calon PPS adalah rahasia tidak bisa diberitahu termasuk kepada calon PPS. Karena kalau diberitahu, sambungnya, bisa mengakibatkan benturan di masyarakat.

Laporan: Rommy

Sumber: Whasshap Group

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed