oleh

DPRD Ribut Soal Dana WTP, ini Jawaban Pemko

Rakyatsumut.com, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Sibolga, menggelar konferensi pers, Jumat (20/3/2020) sore, di Aula Nusantara I Kantor Wali Kota Sibolga.

Konferensi pers ini digelar TAPD, untuk menanggapi pernyataan Wakil Ketua DPRD Sibolga Jamil Zeb Tumori, diberbagai media, yang menyatakan adanya kejanggalan yang ditemukan pihaknya pada penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sibolga Tahun Anggaran (TA) 2020.

Dalam konferensi pers ini, Ketua TAPD Kota Sibolga didampingi anggota TAPD lainnya menyatakan, bahwa penganggaran dan penggunaan APBD Kota Sibolga TA 2020 sudah sesuai ketentuan dan kesepakatan antara Eksekutif bersama DPRD Kota Sibolga.

“Tidak ada yang menyalahi ketentuan pada APBD Kota Sibolga TA 2020, dan semua telah berdasarkan kesepakatan bersama DPRD. Termasuk penggunaan Dana Insentif Daerah (DID) semua telah sesuai ketentuan dan kesepakatan bersama DPRD,” tegas Ketua TAPD Sofian Nasution.

“Ini semua berkas dan berita acaranya ada, Pernyataan Ketua DPRD masa dijabat Pak Tonny dan Wakil Ketua Pak Jamil tertanggal 20 Agustus 2019, yang menyatakan Pembahasan Ranperda APBD TA 2020 sudah sesuai Tatib DPRD, dan Keputusan DPRD tentang Persetujuan Ranperda APBD TA 2020 untuk diterbitkan sebagai PERDA ini ada. Berita acara kesepakatan antara Pemko Sibolga dan DPRD tertanggal 30 Desember 2019, tentang penambahan program/kegiatan pada RKPD Kota Sibolga tahun 2020, akibat adanya DID yang ditandatangani Pak Wali dan Ketua DPRD Pak Syukri juga ini ada. Kita tau, paham dan taat aturan. Tidak mungkin kita melakukan hal yang melanggar aturan yang berlaku,” sambung Ketua TAPD sembari menunjukkan berkas bukti kesepakatan.

Sofian menambahkan, DID telah disepakati digunakan untuk belanja modal yakni pembangunan fisik, untuk bidang kesehatan dan juga bidang pendidikan. Ini ada berita acara persetujuan kesepakatan TAPD dan DPRD, yang ditandangani oleh Ketua TAPD.

“Saya, Pak Syukri selaku Ketua DPRD dan Pak Jamil selaku Wakil Ketua DPRD tertanggal 26 Desember 2019, tentang Perda APBD Kota Sibolga TA 2020,” jelasnya.

Selain itu, Sekda Kota Sibolga Yusuf Batubara dalam konferensi Pers tersebut menjelaskan, bahwa RAPBD yang disahkan menjadi APBD telah disetujui oleh DPRD Sibolga dan telah ditandatangani oleh pimpinan DPRD, termasuk Ahmad Sukri penarik dan Jamil Zeb Tumori.

“Anggaran yang 17 miliar yang dialihkan dari reklamasi pasar di Panomboman anggaran tahun 2019, tidak ada sangkut pautnya dengan APBD tahun 2020, dan dana 47 miliar digunakan untuk bidang pendidikan sebanyak 20 miliar lebih dan sisanya untuk kesehatan dan infrastruktur,” pungkasnya.

Laporan: Mirwan Tanjung/ Dinas Kominfo Sibolga

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed