oleh

Harga Masker di Taput ‘Selangit’,  Pemerintah Belum Merespon

Rakyatsumut.com, Dampak Covid-19 terus meluas. Di Indonesia tercatat 227 kasus positif terjangkit,  19 di antaranya meninggal dunia. Kematian teranyar terjadi di RSUP Adam Malik Medan.

Kesiapan pencegahan penularan harus dilakukan seluruh masyarakat dengan menggunakan alat-alat kesehatan, misalnya dengan mengenakan masker.

Sayangnya, ketersediaan alat kesehatan ini menjadi persoalan. Contohnya di Kabupaten Tapanuli Utara. Penelusuran media ini, Rabu (18/3/2020) apotek-apotek di daerah tersebut tak memiliki stok masker.

“Masker sudah tiga bulan kosong, beberapa waktu yang lewat ada salesmen yang menawarkan masker pada kami seharga Rp300.000 hingga Rp400.000 per kotaknya. Karena takut gak ada yang beli karena harganya naik sepuluh kali lipat, jadi kami gak ambil,” ujar Malau, seorang apoteker di jalan D. I. Panjaitan.

Terpisah, Apoteker Situmorang mengatakan hal senada. Dia menyebut, kondisi ini belum direspon pemerintah.

“Biasanya, kami membeli masker untuk dijual di toko obat ini dari salah satu pabrik masker di Medan. Namun belakangan, saat Corona semakin marak, beberapa salesman menjajakan masker dengan harga yang sangat tinggi,” beber Situmorang.

Terungkap pula, selain tak memiliki stok Masker, apotek di Tarutung juga kehabisan stok alkohol dan cairan antiseptik.

“Kami mohon, supaya pemerintah memberikan perhatian tentang hal ini,” pungkas Sitompul, apoteker lainnya di Tarutung.

Pemerintah dan Satgas Belum Beri Konfirmasi

Sehari sebelumnya, awak media ini mendapati pengakuan yang sama dari sejumlah apotek di Tapanuli Utara. Harga Masker ‘selangit’ dan memicu ketiadaan stok di apotek.

Kondisi ini dikonfirmasi kepada Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan. Lewat pesan singkat, Bupati meminta agar persoalan ini ditanya kepada Kapolres.

“Sudah kita bentuk Satgas (Satuan Petugas) silahkan tanya Kapolres,” kata Bupati.

Sementara, Kapolres Taput AKBP Horas Silaen menjawab singkat konfirmasi yang dilayangkan.

“Berita apa bu,” kata Kapolres singkat.

Saat berita kelangkaan dan harga masker yang tinggi dikirimkan, Kapolres tak lagi memberi jawaban.

Tak berhenti, awak media ini mencoba mendatangi ruang Satgas pencegahan korona di Mapolres Taput, hasilnya kembali belum mendapat konfirmasi.

Petugas yang ditemui di ruangan tersebut hanya memberi nomor kepala Satgas kepada awak media.

Indonesia Siapkan 15 Juta Masker

Ketersediaan Masker diakui menjadi hal yang penting. Jubir pemerintah Indonesia untuk penanganan virus Corona, Achmad Yurianto menyebut 15 juta masker telah disiapkan pemerintah.

“Lebih kurang 15 juta masker sudah disiapkan semuanya. Tetapi ini bukan suatu jumlah yang kita anggap kurang atau kita anggap cukup, tidak,” kata Yuri di Jakarta, Kamis pekan lalu, dikutip dari detik.com.

Penegasan Kapolda Sumut agar tak Menimbun Bahan Kebutuhan

Kondisi kelangkaan Masker di Taput agaknya kontraproduktif dengan penegasan Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin Siregar.

Dalam pernyataannya saat Rapat Kordinasi penanganan Covid-19 di Sumatera Utara, Selasa (17/3/2020), Kapolda telah menyatakan penegasan.

Dia meminta agar jangan ada pihak melakukan penimbunan bahan pokok, obat-obatan dan masker.

“Pedagang tidak ada yang boleh mengambil keuntungan dari keadaan darurat ini,” kata Kapolda.

Laporan: Paska Marbun

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed