oleh

Dokter di Amerika Kirimkan Petisi untuk Presiden Jokowi Terkait Covid-19

Rakyatsumut.com, Dike Hanurafinova, dokter di Amerika Serikat melayangkan petisi kepada Presiden Joko Widodo terkait Covid-19.

Petisi itu disebar melalui email dan diterima redaksi Rakyatsumut.com, Kamis (19/3/2020). Saat dikutip, petisi itu sudah ditandatangani sebanyak 28 ribu lebih.

Dike mengaku petisi itu ia buat dengan teman-temannya di Amerika atas kondisi Indonesia saat ini yang sedang berjuang menghadapi virus Corona.

“Kami menuliskan surat ini kepada Bapak Presiden Republik Indonesia. Surat ini ditulis sebagai wujud cinta kami kepada Bapak Presiden beserta jajaran, keluarga kami, dan seluruh rakyat Indonesia,” tulis Dike dalam petisi itu.

Ia pun menyertakan sejumlah hal yang menurutnya penting untuk diketahui. Misalnya penjelasan kelompok berisiko tinggi di kalangan lansia, penderita sakit jantung, pernapasan, dan kencing manis.

“Yang paling dikhawatirkan untuk mengalami sakit berat bila terinfeksi. Risiko penyakit serius meningkat seiring bertambahnya usia. Usia 40 tahun atau lebih diduga lebih rentan daripada usia di bawah 40 tahun,” ungkap Dike.

Dia juga menjelaskan proses penularan virus itu. Menurut dia, ketika seorang penderita COVID-19 batuk, bersin, atau exhales droplets yakni mengeluarkan tetesan cairan infeksius melalui hembusan napas, mereka melepaskan tetesan cairan infeksius (droplet) yang dapat menempel pada permukaan benda sekitarnya seperti meja, gagang telepon, atau lainnya.

Orang dapat terinfeksi COVID-19 bila dia menyentuh mata, hidung, atau mulut setelah bersentuhan dengan permukaan benda yang terkontaminasi.

Jika orang sehat berdiri dalam jarak satu meter dari seorang penderita COVID-19, lanjut Dike, mereka dapat terinfeksi oleh tetesan cairan infeksius dari batuk, bersin, atau hembusan napas penderita (exhales droplets). Kebanyakan orang terinfeksi COVID-19 mengalami gejala ringan dan sembuh.

“Sementara orang dengan sistem kekebalan yang lemah dan orang dengan kondisi seperti kencing manis, penyakit jantung, dan paru-paru juga lebih rentan terhadap penyakit serius ini,” katanya.

Dike menulis, penularan COVID-19 ini dapat dicegah semaksimal mungkin dengan berbagai upaya kebijakan publik dan kesehatan yang baik. Dia pun menyertakan 18 poin penting yang menurutnya perlu diperhatikan pemerintah Indonesia.

1. Pemerintah diharapkan dapat mengikuti pedoman WHO;

2. Meluruskan Edukasi Pencegahan Nasional COVID-19 sesuai WHO;

3. Edukasi pemakaian masker yang benar;

4. Meluruskan pemberitaan hoax yang tersebar;

5. Pejabat publik tidak menyebarkan informasi yang keliru terkait COVID-19;

6. Pemerintah diharapkan untuk berkoordinasi dengan kementerian ketenagakerjaan untuk menyampaikan informasi terkait ketenagakerjaan secara lisan dan tulisan pada media massa lokal dan nasional;

7. Pemerintah diharapkan menegaskan pada perusahaan untuk memprioritaskan diri untuk menjalankan operasional jarak jauh sehingga karyawan dapat bekerja di rumah;

8. Mewajibkan perusahaan untuk membebaskan kebijakan surat sakit pada karyawan dalam jangka waktu 14 hari, lebih atau kurang bergantung kondisi kesehatan karyawan tersebut;

9. Tutup akses transportasi dengan negara warning level 3;

10. Pembatasan bepergian ke luar daerah/ luar negeri dan pembatasan aktivitas keluar rumah;

11. Pemerintah memaksimalkan peran aktif masyarakat untuk melakukan self isolation (isolasi dirumah) selama periode tertentu minimal 14 hari pada setiap individu terutama di wilayah yang tinggi penularannya;

12. Pemerintah disarankan membatasi pertemuan massal dan penutupan tempat umum pada area wabah tinggi;

13. Pembatasan jumlah penumpang transportasi umum;

14. Pemerintah diharapkan lebih ketat melakukan skrining kesehatan  di bandara dan pelabuhan;

15. Pemerintah memudahkan penyediaan hand sanitizer di tempat-tempat umum seperti stasiun, bandara, halte busway, MRT, dan lainnya;

16. Pemerintah memberi perlindungan pada tenaga medis sebagai garda terdepan dalam pelayanan pasien berisiko dengan memberikan sarana alat pelindung diri yang layak dan efektif serta sarana perawatan yang memadai;

17. Meningkatkan sarana untuk melakukan pemeriksaan swab yang merupakan alat diagnosis pemeriksaan virus ini sehingga penyakit yang ditemukan dapat semakin cepat diketahui;

18. Pemerintah diharapkan memberi dukungan moral dan sosial kepada orang yang terpapar COVID-19 (publik dan pekerja medis) baik yang merupakan orang/pasien dalam pemantauan ataupun penderita itu sendiri.

“Kami mendukung segala upaya Bapak dalam melakukan upaya agresif dan terbaik dalam menangani COVID-19 ini. Alasan terbesar kami untuk menyampaikan surat ini karena kami yakin Bapak akan mendengar aspirasi kami sebagai dokter, pelayan kesehatan masyarakat, dan putra putri bangsa Indonesia lainnya yang khawatir tentang kondisi yang terjadi sekarang. Terimakasih,” tulis Dike dalam petisi yang ia mulai sejak Selasa (17/3/2020) itu.

Laporan: Damai

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed