oleh

Spesialis Pencuri Pakai Tanggok Ditembak Polisi

Rakyatsumut.com, Syahroni alias Roni (37), spesialis pencuri menggunakan tanggok ditembak personel Reskrim Polsek Percut Sei Tuan di bagian kaki.

Ia ditembak saat berusaha melarikan diri saat diamankan petugas, Selasa (17/3/2020) malam.

“Pelaku dilumpuhkan di daerah Tembung saat hendak menangkap Febri yang berperan menampung barang hasil kejahatan. Di situ Roni mencoba lari dengan cara mendorong petugas hingga terjatuh,” ungkap Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Aris Wibowo dalam paparan pers, Rabu (18/3/2020).

Kompol Aris menuturkan, usai berhasil diamankan, Roni dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk mendapat perawatan medis.

“Setelah itu, Roni dan Febri diboyong ke kantor guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.

Kompol Aris mengungkap kejahatan Roni yang menetap di Jalan HM Sariman, Desa Lau Dendang, Percut Sei Tuan itu.

Dikatakan, ia diburu karena kasus pencurian dengan pemberatan (Curat) di Jalan Mesjid, Desa Lau Dendang, Percut Sei Tuan, pada Selasa (21/1/2020) dini hari lalu. Dua unit telepon genggam merek Samsung dan Xiaomi milik korban atas nama Yudha berhasil digasaknya.

Disebutkan, Roni masuk ke pekarangan lalu mencongkel pintu jendela rumah Yudha, lantas mengambil telepon korban menggunakan gala panjang.

“Jadi, telepon korban ditanggok dari luar jendela. Dan aksi serupa sudah sering dilakukannya,” kata Aris.

Menurut Kompol Aris, Roni melakukan kejahatan serupa sudah berulang kali di beberapa lokasi di wilayah hukum Polsek Percut Sei Tuan. Setiap beraksi, dia selalu berhasil membawa kabur harta benda korban.

Namun, laporan yang terakhir tertuang dalam laporan polisi Nomor: LP/164/K/I/2020/ SPKT Percut Sei Tuan, Tanggal 21-1-2020, pelapor atas nama Yudha.

“Pengakuanya kurang lebih ada empat lokasi. Tapi, nanti kita akan cek lebih lanjut,” kata Aris.

Sementara itu, lanjut Aris, saat diamankan, pihaknya juga menemukan sejumlah barang bukti. Yakni satu unit sepeda motor Honda CS One BK 5124 OH, satu unit telepon genggam, satu kalung, satu cincin, satu jam tangan dan satu dompet warna hitam juga diamankan.

“Keduanya kita sangkakan dengan Pasal 363 subsider 480 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara,” tutup Aris.

Laporan: Putra

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed