oleh

Pelajar SMA di Sumut Belajar Mandiri

Rakyatsumut.com, Pemerintah Sumatera Utara menerapkan keputusan baru sebagai dampak kian meluasnya wabah Covid-19.

Keputusan itu, dengan diliburkannya aktivitas Sekolah Menengah Atas (SMA). Para pelajar kini belajar mandiri melalui metode jarak jauh hingga 13 April mendatang.

Penerapan ini khusus kepada siswa kelas X dan XI. Sementara kepada siswa kelas XII yang menghadapi Ujian Nasional, kegiatan tetap dijalankan hingga 19 Maret.

“Setiap sekolah penyelengara UN agar menyediakan sarana hand sanitizer atau bentuk lain untuk pencegahan. Pihak guru dan orang tua diminta agar mengawasi siswa selama proses belajar mandiri,” kata Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat memimpin Rakor bersama seluruh pihak rumah sakit se-Sumut, Selasa (17/3).

Selain sektor belajar mengajar, kebijakan lain juga dilakukan di Rumah Sakit. Yakni, penyiapan ruang isolasi utama berkapasitas besar. Ditarget, di Sumatera Utara tersedia sebanyak 1.000 ruang isolasi.

“Hari ini, melalui rapat ini kita dapatkan 330 ruang isolasi dan akan dilengkapi Kapolda sebanyak 400 ruang isolasi di SPN. Total sekitar 750-an kita punya. Saya berharap kita maksimalkan jadi 1000 ruang isolasi nanti. Untuk biaya pemeriksaan dan pengobatan akan ditanggung pemerintah, karena ini sifatnya darurat,” jelas Edy.

Sementara, Gubernur mengharapkan Bupati dan Wali Kota meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko penularan Covid-19 dengan melihat situasi dan kondisi di daerah masing-masing.

Sementara Gubernur Edy menegaskan belum ada instruksi untuk menutup pusat-pusat perbelanjaan. Namun disarankan kepada masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar rumah.

“Imbauan saya yang paling penting, jangan panik tetapi tetap wapada. Belajar dari rumah, orang tua kontrol anak, jangan sampai malah keluyuran,” pesan Gubernur.

Lebih lanjut, Gubernur juga meminta agar tidak ada pihak-pihak yang menyebarkan informasi yang tidak benar atau hoaks. Hal ini berpotensi menimbukan kepanikan dan simpang siur informasi. Masyarakat diminta hanya mendengarkan informasi dari sumber resmi seperti pemerintah dan ahli bidang kesehatan.

“Akan ada rapat teknis nanti antara Satgas dan pihak rumah sakit untuk membahas lebih jauh teknis di lapangan. Kemudian, dalam waktu dekat kita semua sinergi untuk melakukan kegiatan bersih-bersih atau penyemprotan disinfektan untuk mencegah penyebaran virus,” ucap Edy.

Laporan: Damai Mendrofa

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed